Konglomerat PAM Group Borong 6,2 Juta Lembar Saham NICL, Buat Apa?
Pemegang saham di atas 5% sekaligus pengendali PT PAM Mineral Tbk (NICL), Christopher Sumasto Tjia melakukan pembelian 6,2 juta lembar saham di harga Rp349 pada 15 April 2025. Sebelumnya, aksi pembelian saham ini juga dilakukan pada 11 April 2025, dengan harga Rp316 sebanyak 2 juta lembar saham.
“Tujuan dari transaksi untuk investasi,” tegas Christopher yang dikutip dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (16/4/2025).
Jika dirinci, persentase saham yang ditransaksikan pada 15 April 2025 sebesar 0,059%. Alhasil, kini Christopher memiliki 15,6 juta lembar saham atau porsinya 0,147%. Sebelumnya, Christopher memiliki 9,4 juta lembar saham atau 0,088%.
Minggu lalu, Christopher juga melakukan pembelian 2 juta lembar saham pada 11 April 2025. Saat itu, Christopher membeli saham NICL di harga Rp316. Maka, persentase saham yang ditransaksikan menjadi 0,018%. Sebelumnya, ia memiliki 7,4 juta lembar saham atau 0,07%.
Selain menguasai saham NICL, Christopher Sumasto Tjia juga memiliki saham di PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG), sebuah perusahaan properti sekaligus pengelola pusat perbelanjaan di Pekanbaru, Riau.
Mengutip dari laporan pemegang saham di atas 5% yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 15 April 2025, Christopher memiliki 2,13 miliar lembar saham PAMG pada 14 April 2025. Jumlah saham ini setara porsinya dengan 68,24% dan terus mempertahankan jumlahnya per 11 April 2025.
Melansir dari laman Tempo.co pada 17 Juli 2024, Christopher Sumasto Tjia juga terlibat dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. Perusahaan tersebut menanamkan modal di IKN dalam proyek Nusantara Superblock, yang akan terdiri dari pusat perbelanjaan, hotel, dan apartemen seluas 7,5 hektare.
Rencananya, kompleks tersebut direncanakan rampung pada 2025. Tahap pertama, yaitu pembangunan pusat perbelanjaan Pentacity, penginapan Grand Jatra Hotel Nusantara dan Pentacity Hotel Nusantara. Tahap kedua yaitu pembangunan apartemen dan gedung perkantoran. (*)