Huawei dan Hypernet Jalin Kemitraan dalam Menghadirkan Jaringan Pintar

jumpa per Huawei dan Hypernet. (foto: Audrey Aulivia W./SWA)
jumpa per Huawei dan Hypernet. (foto: Audrey Aulivia W./SWA)

Kolaborasi antara Huawei dan Hypernet Technologies menandai babak baru dalam upaya memperluas akses teknologi bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia.

Keduanya menjalin kemitraan strategis yang berfokus pada penyediaan solusi jaringan pintar berbasis Huawei eKit, sebuah sistem yang dirancang untuk efisiensi, kemudahan penggunaan, dan keberlanjutan operasional. Dengan pendekatan ini, teknologi yang sebelumnya identik dengan segmen enterprise kini akan dijangkau oleh UKM, sektor yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Ray Guo, Commercial and Distribution Huawei Enterprise Business Group (EBG) Indonesia, menegaskan pentingnya kemitraan ini dalam memperluas akses terhadap teknologi jaringan yang lebih cerdas dan inklusif.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dan semangat kolaborasi dari Hypernet Technologies. Dengan pengalaman mereka di pasar lokal dan keunggulan teknologi Huawei, kami siap menghadirkan solusi jaringan cerdas yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh pelaku UKM di berbagai penjuru Indonesia,” kata Ray dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Selama tiga tahun ke depan, kolaborasi ini tak hanya akan memperluas distribusi Huawei eKit, tetapi juga mendorong pengembangan layanan inovatif dan dukungan teknis bersama. Tujuannya jelas: menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan unik UKM tanpa mengaburkan batas dengan segmen enterprise yang tetap menjadi domain tersendiri bagi Huawei.

Dengan tetap menjaga garis diferensiasi yang tegas, kedua perusahaan menyasar pangsa pasar yang selama ini kurang terlayani oleh teknologi jaringan canggih.

Sudino Oei, CTO Hypernet Technologies, melihat kemitraan ini sebagai langkah strategis yang akan meningkatkan kapabilitas dan portofolio perusahaan. “Hypernet melihat kerja sama ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas portofolio solusi teknologi mereka,” ujarnya.

Penekanan pada layanan yang relevan dan ramah bagi UKM menjadi benang merah dalam pendekatan Hypernet, yang selama ini dikenal sebagai penyedia solusi jaringan dengan pendekatan fleksibel dan customer-centric.

Lebih dari sekadar sinergi dua entitas, kolaborasi ini mencerminkan sebuah gerakan yang lebih besar, yakni membangun ekosistem digital yang inklusif dan berorientasi pada dampak nyata. Di tengah iklim kompetisi yang kian ketat, kehadiran teknologi yang mudah diakses dan efisien menjadi kebutuhan mendesak bagi UKM agar tetap relevan dan kompetitif. Huawei eKit menjawab tantangan tersebut dengan solusi yang siap pakai, mudah dipasang, dan tidak membutuhkan investasi besar, sehingga membuka jalan bagi adopsi teknologi yang lebih luas dan merata.

Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade dalam membangun infrastruktur TIK, Huawei merancang eKit untuk berbagai sektor seperti pendidikan, perhotelan, perkantoran, dan layanan berbasis teknologi lainnya.

Produk ini menawarkan fleksibilitas bagi UKM untuk memilih solusi sesuai kebutuhan mereka, tanpa harus tersandera oleh kompleksitas teknologi. Instalasi dan pemeliharaan yang sederhana juga menjadikan eKit cocok bagi perusahaan kecil yang memiliki keterbatasan SDM dan sumber daya teknis.

Melalui langkah ini, Huawei dan Hypernet Technologies tak hanya menjual produk, tetapi juga menghadirkan misi besar: memberdayakan UKM dengan alat, pelatihan, dan konektivitas yang dibutuhkan untuk berkembang di era digital.

Visi mereka sejalan dengan agenda besar Indonesia Emas 2045, di mana digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Dengan membekali UKM dengan infrastruktur yang mumpuni, mereka berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.

Dengan jaringan distribusi yang diperluas dan pendekatan kolaboratif, kedua perusahaan optimistis bahwa inisiatif ini dapat membawa dampak sistemik.

Tak hanya dalam bentuk peningkatan produktivitas UKM, tetapi juga dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah arus disrupsi digital. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa teknologi bisa menjadi jembatan, bukan tembok, ya, asal diarahkan dengan visi yang tepat dan semangat kolaborasi yang kuat.

Pada akhirnya, langkah strategis Huawei dan Hypernet Technologies menunjukkan bagaimana inovasi dan inklusi bisa berjalan beriringan. Di tangan pelaku UKM, teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan daya ungkit untuk naik kelas. Dan di balik inisiatif ini, tersirat satu pesan kuat: transformasi digital hanya akan berhasil jika dirancang untuk semua, bukan hanya segelintir yang besar. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag