Perayaan Paskah, OJK Bali Menggulirkan Edukasi dan Literasi Keuangan

null
Foto : OJK.

Untuk meningkatkan pemahaman tentang produk dan layangan keuangan serta kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat. OJK dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar edukasi keuangan kepada umat Kristiani yang digelar di Kantor OJK Provinsi Bali di Denpasar, pada Selasa pekan ini.

Gelaran literasi ini beriringan dengan momentum perayaan Paskah dengan tema Berkat dan Tanggung Jawab: Mengelola Keuangan dengan Bijak. “Melalui momentum perayaan Paskah, kami berharap momen kebangkitan tidak hanya dalam arti rohani tetapi sebagai momen kebangkitan dalam aspek kehidupan lain, salah satunya dalam hal pengelolaan keuangan,” kata Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Provinsi Bali, Ananda R. Mooy pada keterangannya yang dikutip pada Jumat (18/4/2025).

Ananda menyampaikan pentingnya mengelola keuangan yang baik sebagai berkat dari Tuhan secara bijak dan bertanggungjawab, sehingga masyarakat mampu menghindari penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal dan kejahatan keuangan digital. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2024, indeks literasi keuangan nasional sebesar 65,43%, sedangkan indeks inklusi keuangan sebesar 75,02%, yang mencerminkan masih adanya gap antara literasi dan inklusi keuangan.

Pada edukasi keuangan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan baik di tingkat nasional maupun daerah. Pembimas Kristen Kementrian Agama Provinsi Bali Eva Florida Simanjuntak mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan ini untuk tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat di Provinsi Bali. “Kegiatan edukasi ini merupakan awal kerja sama yang baik antara OJK dan Kementrian Agama Provinsi Bali sehingga diharapkan melalui edukasi keuangan ini keluarga kita dapat lebih optimal dalam mengelola keuangan yang merupakan berkat dan tanggung jawab untuk kita semua, serta diharapkan ilmu yang diperoleh hari ini dapat disampaikan kepada para Jemaat lainnya,” ujar Eva. Kanit 1 Subdit III Ditressiber Polda Bali, I Made Martadi Putra sebagai narasumber Kejahatan Keuangan Digital.

Dia menyampaikan berbagai modus kejahatan keuangan ilegal yang sedang marak terjadi di masyarakat, seperti scam, phishing, social engineering, sniffing, money mule, pemerasan video call, giveaway palsu, penipuan segitiga penjual pembeli kendaraan, bukti transfer menggunakan AI, rumah kos, serta penipuan kerja paruh waktu. Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diminta tidak mengumbar data pribadi di media sosial, tidak mudah percaya, tidak asal klik dan install aplikasi, serta selalu mengganti password secara berkala dan memback-up data pribadi.

Sebelumnya, OJK Provinsi Bali juga telah melaksanakan edukasi keuangan syariah dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, dan akan melaksanakan edukasi keuangan kepada umat Hindu dalam rangka Hari Raya Galungan dan Kuningan pada 30 April 2025.

Melalui kegiatan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat di Bali bersama stakeholders daerah diharapkan dapat mendukung ekosistem Industri Jasa Keuangan yang inklusif, inovatif dan berkelanjutan serta meningkatkan inklusi dan literasi masyarakat yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan industri yang lebih sehat. (*)

# Tag