Telkom Dukung 84.291 UMKM Binaan Naik Kelas melalui Program Go Modern di 42 Rumah BUMN

Salah satu UMKM Binaan Telkom. (Foto: Telkom)
Salah satu UMKM Binaan Telkom. (Foto: Telkom)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Sepanjang tahun 2024, Telkom secara konsisten menggulirkan program pembinaan di 31 wilayah Telekomunikasi (Witel) dan 42 Rumah BUMN dari Sabang hingga Merauke. Hingga akhir tahun, total UMKM binaan Rumah BUMN Telkom tercatat mencapai 84.291 pelaku usaha.

Salah satu program unggulan dalam pembinaan tersebut adalah Go Modern, sebuah inisiatif yang menyasar peningkatan kualitas produk UMKM agar dapat bersaing di pasar modern.

Mulai dari sertifikasi, pelatihan, penyediaan informasi nilai gizi, hingga pengembangan kemasan, Go Modern dirancang sebagai ekosistem pendukung agar produk UMKM siap menembus pasar yang lebih luas.

"Program ini merupakan program inisiatif Social Responsibility Center (SRC) Telkom yang ditujukan untuk meningkatkan dan mengembangkan ilmu UMKM binaan Telkom agar bisa lebih baik, lebih maju, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar," ungkap Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom, dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/4/2025).

Salah satu tahap penting dalam Go Modern adalah Gebyar Sertifikasi. Melalui program ini, UMKM difasilitasi untuk mendapatkan berbagai sertifikasi penting seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), informasi nilai gizi, serta pendaftaran merek dagang (HaKI).

Sepanjang 2024, tercatat sebanyak 5.647 UMKM memperoleh NIB, 2.127 UMKM mengantongi izin P-IRT, 1.629 UMKM memperoleh sertifikat halal, dan 689 UMKM menerima informasi nilai gizi untuk pelabelan produk.

Tak hanya sertifikasi, Telkom juga menyelenggarakan serangkaian pelatihan komprehensif yang mencakup knowledge sharing, dasar manajemen, branding, kewirausahaan, dan standarisasi usaha. Program ini berhasil menjangkau berbagai Witel dan Rumah BUMN, termasuk di Sijunjung, Malang, Pasuruan, dan Cirebon. Hasilnya, lebih dari 1.000 UMKM telah menerima pelatihan intensif di berbagai aspek bisnis dasar hingga lanjutan.

Aspek kesehatan produk juga menjadi perhatian Telkom. Melalui program Nutrition Fact, sebanyak 698 tabel informasi gizi berhasil diterbitkan untuk berbagai produk UMKM makanan dan minuman. Hal ini sejalan dengan tren konsumen yang semakin sadar akan pentingnya label kandungan gizi.

Sementara itu, Packfest hadir sebagai program penguatan visual dan kemasan produk. Dalam program ini, Telkom menyediakan dukungan desain, koneksi ke pabrik kemasan, dan menanggung hingga 50% biaya produksi kemasan.

Sepanjang 2024, tercatat 568 UMKM ikut berpartisipasi, dengan total 468.000 kemasan tercetak. Kemasan yang lebih profesional diyakini mampu meningkatkan citra produk dan membuka peluang masuk ke pasar modern.

Dari sisi legalitas halal, program Halalfest mewajibkan seluruh UMKM binaan Telkom untuk memiliki sertifikasi halal sesuai standar. Terdapat dua skema: Halal Regular untuk usaha kuliner seperti kafe dan katering, serta Self-Declare untuk produk makanan dan minuman ringan. Total 1.386 UMKM telah difasilitasi dalam sertifikasi ini selama 2024. (*)

# Tag