Samuel Sekuritas Indonesia Proyeksikan IHSG Melemah Pasca Libur Panjang, Kenapa?
Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan posisi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Senin (21/4/2025) akan bergerak melemah. Penyebabnya, sejumlah bursa saham global dibuka melemah, yang juga turut didorong oleh sentimen negatif pasar Amerika Serikat (AS).
“Pagi ini, Kospi tercatat melemah -0,15%, dan Nikkei juga mencatatkan pelemahan -0,90%. Kami memperkirakan IHSG bergerak melemah,” jelas tim analis Samuel Sekuritas Indonesia kepada swa.co.id pada Senin (21/4/2025).
Hal ini ditunjukkan dengan penutupan pasar saham AS yang mayoritas melemah pada 17 April 2025, mulai dari indeks Dow Jones turun 1,33% dan Nasdaq turun 0,13%, tetapi indeks S&P 500 menguat tipis di 0,13%.
Alasannya, investor setempat khawatir atas perkembangan terbaru dalam perang dagang. Namun, yield UST 10Y justru menguat 1,10% atau 0,048 basis poin (bps), dibarengi dengan kenaikan USD Indeks yang stagnan 0% menjadi 99,4.
Sementara di kawasan Asia-Pasifik, bursa saham Kospi menguat 0,94%, Hang Seng naik 1,61%, dan Shanghai merangkak di 0,13%. Sedangkan Nikkei melonjak 2,39% pada 18 April 2025. Adapun IHSG pada 17 April 2025 menguat sedikit 0,60% ke level 6.438,3.
Samuel Sekuritas Indonesia mencatatkan, kenaikan IHSG yang tipis sebelum libur panjang hari Paskah disebabkan oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp679,8 miliar. Di pasar reguler, investor asing menjual bersih sebesar Rp593,3 miliar dan di pasar negosiasi sebesar Rp140,5 miliar.
Aksi jual bersih tersebut paling banyak dicetak di pasar reguler, yang melibatkan sejumlah emiten saham perbankan besar seperti Bank Mandiri (BMRI) sebesar Rp131,3 miliar), Bank Negara Indonesia atau BNI (BBNI) sebesar Rp118,6 miliar, dan Bank Rakyat Indonesia atau BRI (BBRI) sebesar Rp94,8 miliar.
Kemudian, aksi beli bersih (net buy) oleh asing di pasar reguler paling banyak melibatkan emiten sejumlah sektor, mulai dari telekomunikasi hingga pertambangan. Rinciannya yaitu Telkom Indonesia (TLKM) sebesar Rp166,6 miliar, Aneka Tambang atau Antam (ANTM) sebesar Rp95 miliar, dan Barito Pacific (BRPT) sebesar Rp21,6 miliar.
“Top leading movers emiten AMMN (Amman Mineral), TLKM, MDKA (Merdeka Copper Gold), sementara top lagging movers emiten BMRI, KLBF (Kalbe Farma), BBNI,” lanjut tim analis tersebut.
Berikut rekomendasi saham menurut Samuel Sekuritas untuk transaksi pada Senin (21/4/2025).
- Bank Central Asia atau BCA (BBCA) di harga Rp8.500
Perkiraan aksi pembelian atau BUY-TP di rentang Rp8.775-Rp8.900, sementara proyeksi harga cutloss di bawah Rp8.350.
- Bank Syariah Indonesia atau BSI (BRIS) di Rp2.570
Perkiraan aksi beli di rentang Rp2.680-Rp2.790, proyeksi harga cutloss di bawah Rp2.500.
- Bank Tabungan Negara atau BTN (BBTN) di harga Rp945
Perkiraan aksi beli di rentang Rp975-Rp1.015, proyeksi harga cutloss di bawah Rp925.
- Chandra Asri Pacific (TPIA) di Rp7.550
Perkiraan aksi beli di rentang Rp7.950-Rp8.200. Adapun perkiraan harga cutloss di bawah Rp7.325.
- Indofood Sukses Makmur atau Indofood (INDF) di Rp7.300
Perkiraan aksi beli di rentang Rp7.550-Rp7.725, sementara proyeksi cutloss di bawah Rp7.275.
- Indo Tambangraya Megah atau ITM (ITMG) di Rp24.800
Perkiraan aksi beli di rentang Rp27.200-Rp27.375, proyeksi harga cutloss di bawah Rp26.675. (*)