Softbank Ventura Indonesia Borong 20 Juta Saham Nanotech Indonesia Global (NANO), untuk Apa?
Di tengah denyut sektor teknologi di pasar modal Indonesia, PT Softbank Ventura Indonesia melakukan manuver.
Salah satu pemegang saham signifikan di PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) itu tercatat kembali menambah kepemilikan. Pada 22 April 2025, Softbank Ventura membeli 20 juta lembar saham NANO di harga Rp26 per saham. Transaksi ini mengukuhkan posisi Softbank sebagai investor strategis yang kini menguasai 8,28% saham atau setara dengan 355 juta lembar.
“Tujuan dari transaksi untuk investasi jangka panjang,” ujar Direktur Utama PT Softbank Ventura Indonesia, Arnes Meilenda dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Rabu (23/4/2025).
Dengan tambahan tersebut, Softbank Ventura kini memiliki saham NANO secara langsung, tanpa melalui perantara atau entitas afiliasi. Meskipun bukan termasuk pemegang saham pengendali, perusahaan ini sudah menjadi pemilik utama ketiga setelah PT Nanotech Investama dan sebelumnya PT Nanotech Riset. Sebelum aksi pembelian terbaru ini, Softbank telah memegang 335 juta lembar saham atau setara 7,82%.
Menariknya, aksi beli saham tak hanya dilakukan oleh institusi. Nama Direktur Utama NANO, Suryandaru, juga muncul dalam laporan transaksi. Ia melakukan pembelian 2 juta lembar saham di harga yang sama, Rp26 per saham, pada 21 April 2025.
Dengan transaksi ini, Suryandaru yang sebelumnya tidak memiliki saham NANO, kini tercatat menggenggam 2 juta lembar atau 0,046% dari total saham beredar.
Jika menengok laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Maret 2025, NANO masih mencatatkan dua pemegang saham utama di atas 5%, yakni PT Nanotech Investama dan PT Nanotech Riset. PT Nanotech Investama memegang 2,55 miliar saham atau setara 59,51% dan hingga kini belum melakukan perubahan dalam struktur kepemilikannya.
Dari sisi kinerja pasar, saham NANO menunjukkan pergerakan positif pada 23 April 2025. Mengacu pada data aplikasi IDX Mobile pada pukul 11.46 WIB, harga saham NANO naik ke posisi Rp31, atau menguat 3,33% dari harga pembukaan di Rp30. Saham sempat menyentuh level tertinggi Rp32 dan terpeleset ke harga terendah Rp29.
Aplikasi IDX Mobile juga mencatatkan, frekuensi perdagangan saham NANO mencapai 648 kali, dengan nilai transaksi Rp469,6 juta. Adapun volume transaksinya sebesar 15,20 juta saham. (*)