Dua Co-CEO Hankook Tire Datang, Mantapkan Langkah Dominasi di Asia Tenggara lewat Indonesia
Kunjungan dua Co-CEO Hankook Tire & Technology, Jongseon Ahn dan Sanghoon Lee, ke Indonesia menandai sebuah fase baru dalam strategi ekspansi agresif perusahaan asal Korea Selatan ini.
Tidak sekadar lawatan seremonial, kehadiran mereka menjadi sinyal tegas akan pentingnya pasar Indonesia sebagai pusat pertumbuhan dan inovasi untuk kawasan Asia Tenggara.
Di balik rangkaian agenda kunjungan tersebut, tersirat tekad untuk memperkuat posisi Hankook di segmen ban premium serta membangun ekosistem mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Fasilitas produksi PT Hankook Tire Indonesia di Cikarang menjadi titik sentral dalam kunjungan ini. Di sanalah perusahaan memastikan stabilitas rantai pasok regional yang menjangkau Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Singapura. Dengan lini produk unggulan seperti Ventus Prime 3, Kinergy Eco, dan Optimo, Hankook telah menancapkan kukunya di pasar Indonesia.
Namun, kunjungan kali ini bukan sekadar meninjau lini produksi, tetapi juga mempererat hubungan dengan mitra strategis seperti Hankook Master Nawilis dan jaringan ritel B-Quik, sekaligus menyusun peta jalan ekspansi pasokan ban Original Equipment (OE) ke produsen otomotif global.
Jongseon Ahn, yang bertanggung jawab atas inovasi global dan R&D, menjadikan kunjungan ini sebagai momentum untuk menegaskan arah baru perusahaan: teknologi hijau.
“Tahun lalu, kami meraih Akreditasi Lingkungan Bintang Tiga dari FIA, bukti nyata komitmen kami terhadap masa depan yang berkelanjutan,” katanya dalam siaran resmi pada Rabu (23/4/2025).
Salah satu buktinya adalah Kinergy Eco, ban ramah lingkungan yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan global, namun tetap relevan dengan iklim tropis dan permukaan jalan yang menantang di Indonesia.
Sementara itu, Sanghoon Lee membawa semangat pemasaran glocal ke garis depan strategi Hankook. Fokusnya tidak hanya pada penjualan produk, tetapi juga membangun pengalaman pelanggan yang utuh.
“Kami tidak hanya menjual ban, tetapi membangun ekosistem layanan yang terintegrasi. Dari pelatihan teknisi di bengkel mitra hingga layanan tire health check-up berbasis digital, semua dirancang untuk memperkuat kedekatan dengan konsumen Indonesia,” ujarnya. Keberhasilan B-Quik yang kini mengoperasikan 200 gerai di Indonesia menjadi validasi dari pendekatan kolaboratif ini.
Langkah Hankook tidak berhenti di situ. Mengantisipasi pertumbuhan pasar ban Asia Tenggara yang diproyeksi naik 15% per tahun, perusahaan merancang peningkatan kapasitas produksi pabrik Cikarang sebesar 20% hingga 2026. Selain itu, tiga varian ban baru untuk kendaraan listrik dan jalanan perkotaan dijadwalkan meluncur, seiring perubahan lanskap transportasi menuju era mobilitas berkelanjutan.
Kepemimpinan ganda Ahn dan Lee menjadi poros transformasi Hankook. Kombinasi antara kepiawaian teknologi dan kejelian pemasaran memungkinkan perusahaan bersaing langsung dengan merek papan atas seperti Michelin dan Bridgestone.
“Di era transisi energi, ban bukan sekadar komponen kendaraan, melainkan solusi mobilitas masa depan. Indonesia adalah laboratorium strategis bagi visi kami,” tutup Ahn.
Dengan strategi yang menyatu antara inovasi teknologi, ekspansi regional, dan pendekatan berbasis kemitraan, Hankook terlihat mengukuhkan ambisinya sebagai pemimpin baru di pasar ban premium Asia Tenggara. Dan Indonesia menjadi panggung utama untuk mewujudkan ambisi itu.(*)