Permata Bank Salurkan Kredit Rp156,6 Triliun di Kuartal I/2025, Naik 6%
PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank membukukan pertumbuhan kredit sebesar 6% atau menjadi Rp156,6 triliun di kuartal pertama tahun ini. Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank, merincikan pertumbuhan kredit dari segmen korporasi ytumbuh sebesar 7% atau menjadi Rp92,2 triliun secara tahunan. Sedangkan pertumbuhan segmen komersial dan konsumen, yang masing-masing tumbuh sebesar 5,3% dan 4,3%.
Kemudian, perseroan mencetak non performing loan (NPL) gross dan loan at risk (LAR) yang cukup apik lantaran rasionya masing-masing pada level 2% dan 7,6% atau lebih rendah dari 2,7% dan 8,2% di kuartal pertama tahun 2024.
Untuk menjaga kebutuhan cadangan atas potensi penurunan risiko kredit secara konservatif, Permata Bank mengedepankan prinsip kehati-hatian agar NPL coverage dan rasio LAR coverage di level 387% dan 101%. Rasio CAR dan CET-1 pertama di tahun ini tercatat kuat. Persentasenya masing-masing sebesar 33,6% dan 25,6%. Loan to deposit ratio (LDR) di level 83,2%, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada akhir kuartal pertama tahun 2024 yang berada di level 82%.
Adapun, total aset Permata Bank tumbuh sebesar 4,5% atau menjadi Rp264,3 triliun . Simpanan nasabah terjaga baik dan meningkat 4,8%, menjadi Rp187,4 triliun yang didorong oleh pertumbuhan CASA (current account saving account) sebesar 6,5%. Rasio CASA perseroan naik menjadi 58,6% jika dibandingkan 57,7% di kuatal pertama pada tahun lalu.
Kemudian, perseroan membukukan rasio cost to income (CIR) yang semakin efisien, menjadi 48,6% dari 50,2%. Selanjutnya, Unit Usaha Syariah (UUS) Permata Bank membukukan kinerja yang positif dengan pencapaian pendapatan operasional sebelum provisi sebesar Rp195,3 miliar atau tumbuh sebesar 11,2% Pencapaian ini didukung dengan Pendapatan Setelah Distribusi Bagi Hasil yang tumbuh 6,7% dan pengendalian biaya yang disiplin. Pada sisi pendanaan, simpanan nasabah meningkat 14,5% atau menjadi Rp31,2 triliun.
"UUS Permata Bank terus fokus pada peningkatan simpanan nasabah, khususnya pendanaan murah yang stabil dengan terus mengembangkan jaringan ekosistem syariah di industri perbankan Indonesia," ujarnya.
Ke depannya, perseroan tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada menciptakan nilai bermakna yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Kemudian, Permata Bank memperkuat layanan dan digitalisasi, mendorong inklusi keuangan, serta meningkatkan produktivitas dan positivitas dalam organisasi agar layanannya terus relevan dan kompetitif di tengah perubahan yang begitu cepat. Harga saham BNLI melonjak sebesar 118,56% atau menjadi Rp2.120 sejak awal tahun ini hingga 23 April 2025 (year to date). (*)