F5 Perluas Kehadiran Global dengan Point of Presence Baru di Indonesia

null
Dengan memanfaatkan PoP baru ini, para pelanggan di Indonesia kini bisa memastikan kedaulatan data, memenuhi ketentuan regulasi, dan meningkatkan layanan digital. (Foto: F5)

Di tengah gelombang transformasi digital yang didorong oleh kemajuan kecerdasan buatan (AI), F5 mengambil langkah strategis dengan memperluas jaringan globalnya ke Indonesia. Kehadiran point of presence (PoP) baru ini menjadi angin segar bagi perusahaan-perusahaan lokal yang tengah bersaing dalam ekosistem digital yang semakin kompleks dan kompetitif.

Sebagaimana dipaparkan oleh perusahaan konsultan Kearney, teknologi AI diperkirakan akan memberikan kontribusi sebesar US$366 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030. Dari logistik hingga keamanan siber, geliat AI sudah mulai menembus berbagai sektor industri di tanah air.

Namun di balik besarnya potensi itu, muncul kebutuhan krusial akan infrastruktur digital yang mampu menjamin kecepatan, keamanan, dan efisiensi pemrosesan data secara real time.

“Dengan memanfaatkan PoP baru ini, para pelanggan di Indonesia kini bisa memastikan kedaulatan data mereka, memenuhi ketentuan regulasi, dan meningkatkan layanan digital sehingga mereka tetap kompetitif,” kata Adam Judd, Senior Vice President APCJ at F5 (24/4/2025).

PoP ini adalah langkah strategis yang mencerminkan komitmen F5 untuk mendukung pertumbuhan AI yang pesat di Indonesia, dengan memberikan layanan data dan cloud yang hemat biaya, menyederhanakan aplikasi dan keamanan API, serta mengoptimalkan konektivitas jaringan, yang semua itu sangat penting untuk mendorong inovasi dan tetap kompetitif di era digital.

Kehadiran PoP ini secara signifikan akan meningkatkan kemampuan organisasi-organisasi di Indonesia untuk menghubungkan dan mengamankan aplikasi mereka di lingkungan multicloud dan edge dengan F5 Application Delivery and Security Platform.

Para pelanggan dapat mengakses web app dan proteksi API (WAAP), jaringan multicloud, dan layanan komputasi edge, melalui konsol berbasis SaaS yang terpusat dan didukung oleh F5 Distributed Cloud Services, sehingga mereka dapat menggunakan layanan-layanan tersebut dengan mudah.

“Karena ekosistem digital Indonesia meliputi berbagai jaringan dan lokasi cloud, PoP ini menjawab tantangan-tantangan unik dari jaringan multicloud dengan menghadirkan konektivitas yang lancar, optimalisasi, dan keamanan di berbagai infrastruktur,” kata Surung Sinamo, Country Manager F5 Indonesia.

Konsol yang terpusat ini memberikan cara yang mudah dan hemat biaya bagi para pelanggan untuk mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Selain itu, PoP ini juga akan memainkan peran penting dalam mendemokratisasi keamanan siber di seluruh lanskap digital Indonesia yang tumbuh pesat namun semakin terancam.

Peluncuran ini menyusul terbitnya laporan terbaru dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang menemukan lebih dari 403 juta kejadian trafik anomali pada tahun 2023. Trafik anomali tersebut termasuk lebih dari satu juta aktivitas yang terkait ransomware. Menurut National Cyber Security Index (NCSI), indeks keamanan siber Indonesia berada di ranking 49 dari 176 negara.

Merespons lanskap ancaman yang berkembang ini, memastikan kepatuhan pada regulasi perlindungan data yang ketat di Indonesia kini menjadi jauh lebih penting dibandingkan sebelumnya.

PoP baru ini sejalan dengan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi, yang mengatur keamanan dan kerahasiaan data pribadi, serta Peraturan Pemerintah No. 71/2019 dan Peraturan OJK No.11/2022, yang mewajibkan perusahaan-perusahaan untuk mengelola dan menyimpan data di dalam negeri.

Kepatuhan pada regulasi ini sangat penting bagi industri dengan regulasi yang ketat seperti jasa keuangan, telekomunikasi, kesehatan, dan layanan pemerintah, di mana lokasi penempatan dan keamanan data sangat penting.

Selain menghadirkan pengalaman digital yang lebih sesuai, PoP baru ini juga memungkinkan perusahaan-perusahaan dalam negeri menikmati latensi yang lebih rendah. Sebelumnya, pelanggan F5 di Indonesia harus membelokan trafik mereka ke lokasi PoP terdekat di Singapura.

Dalam uji coba yang dilakukan menunjukkan bahwa dengan kehadiran PoP di dalam negeri, perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat beroperasi 84% lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan PoP di Singapura, sehingga memberikan kecepatan dan keandalan yang lebih baik.

F5 Global Network memastikan jaringan, keamanan, dan layanan delivery aplikasi yang lebih canggih di seluruh PoP-nya yang didirikan di seluruh dunia.

F5 PoP saling terhubung menggunakan backbone privat khusus dan redundan, serta beberapa koneksi transit dan peering untuk konektivitas langsung ke berbagai penyedia cloud, lokasi enterprise cloud dan edge, serta operator telekomunikasi.

Dengan solusi ini para pelanggan dapat mentransfer beban kerja berkinerja tinggi atau yang sensitif terhadap latensi, dan berfungsi sebagai control plane terdistribusi dengan software yang bisa berjalan di lingkungan public cloud atau edge milik pelanggan.

Selain itu, F5 Distributed Cloud Service juga menyediakan routing, SD-WAN termination, load balancing, keamanan berlapis, orkestrasi aplikasi berbasis Kubernetes, dan app gateway yang terdistribusi secara global, yang semuanya bisa diakses dari setiap PoP di F5 Global Network. (*)

# Tag