Unilever Indonesia (UNVR) Ungkap Tren Daya Beli Masih Menurun, Ini Strategi Mengatasinya
Presiden Direktur Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Benjie Yap mengungkapkan perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan internal dan eksternal, yang turut mempengaruhi kinerja laba dan pendapatan kuartal 1/2025.
Dari sisi internal, UNVR menghadapi situasi ketidakstabilan harga pasar, tetapi perusahaan telah berhasil meningkatkan profitabilitas bagi distributor, sekaligus memperbaiki kualitas layanan kepada pelanggan.
Di samping itu, perusahaan juga mengupayakan program untuk menekan biaya seperti Cost Reset Program, yang diklaim dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, merampingkan biaya overhead, hingga memaksimalkan rantai pasok dan jaringan logistik.
“Inilah tantangan internal yang kami hadapi dan kami rasa itu sebagai sesuatu yang bisa kami capai,” ujar Yap kepada swa.co.id dalam paparan publik Unilever Kuartal I/2025 secara daring (online) pada Kamis (24/4/2025). Ia melanjutkan, UNVR telah menekan biaya dan menetapkan harga produk dengan terjangkau.
Sementara itu, UNVR juga menghadapi sejumlah tantangan eksternal, seperti tren kelas menengah yang mengalami perubahan perilaku konsumsi, hingga penurunan nilai tukar mata uang Rupiah ke mata uang asing.
Menurut Direktur Keuangan Unilever Indonesia Tbk, Neeraj Lai, hal tersebut berdampak langsung pada impor bahan mentah dan bahan pengemasan. Sementara dampak tidak langsungnya yaitu indeks mata uang global seperti dolar dan euro.
“Pertama, kami melakukan lindung nilai (hedging). Kedua, kami juga sudah memiliki lindung nilai alamiah dari ekspor yang kami lakukan. Ketiga, kami juga bekerja sama dengan pemasok bahwa kami mendapatkan kepastian,” jelas Lai saat sesi tanya jawab dengan awak media.
Yap menjelaskan, perusahaan telah melakukan penetapan harga dan penghematan biaya. Selain itu, perusahaan berfokus pada merek-merek dan memperkuat distribusinya ke konsumen kelas menengah.
“Kami telah menunjukkan fokus ke beberapa aktivitas produk saset seperti merek Rinso dan Glow & Lovely,” tambah Yap. Ia melanjutkan, perusahaan mengklaim bisnis perdagangan distributor kami berada dalam posisi lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini membuat UNVR dapat memaksimalkan peluang.
UNVR juga melakukan produksi ulang dan rebranding terhadap merek-merek yang sudah ada. Misal, di segmen makanan dan minuman, UNVR akan meluncurkan produk bumbu dapur merek Royco dengan menggunakan bahan ayam kampung pada kuartal I/2025.
Kemudian, UNVR berfokus pada segmen kecantikan dan kesehatan, dengan memaksimalkan merek Vaseline, Glow & Lovely, Ponds, Dove, dan lainnya untuk memanfaatkan tren kecantikan yang masih hype hingga saat ini.
“Ini akan memakan waktu sampai sekian kuartal, tapi rencana yang ada cukup kuat,” tutup Yap. (*)