Bos Metrodata Electronics (MTDL) Berikan Sinyal Tebar Dividen
PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) atau Metrodata mengungkapkan bahwa perusahaan akan membagikan dividen sekitar 40% kepada pemegang saham pada tahun ini. Namun, angka pasti dividend payout ratio masih membutuhkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Mei 2025.
“Manajemen punya rencana mengusulkan kalau bisa dividend payout ratio-nya kurang lebih sama, 40%, tinggal hitung sendiri dapat berapa rupiah per saham,” jelas Presiden Direktur Metrodata, Susanto Djaja kepada swa.co.id di sela-sela peluncuran buku berjudul Gajah Tidur yang Terbangun, 50 Tahun Inovasi Digital Metrodata di Gramedia Grand Indonesia, Jakarta pada Rabu (23/4/2025).
Susanto menyampaikan perkiraan angka dividend payout ratio tersebut diungkapkan mengingat MTDL membukukan kenaikan pendapatan dan laba bersih pada tahun buku 2024. Laba bersih MTDL di 2024 sebesar Rp739,8 miliar, meningkat 13,7% dibanding periode yang sama di 2023 sebesar Rp650,76 miliar. Sedangkan pendapatan bersihnya sebesar Rp25,14 triliun, meningkat 13,9% dari periode sebelumnya sebesar Rp22,08 triliun.
Melansir dari aplikasi IDX Mobile pada 24 April 2025, earning per share (EPS) MTDL pada kuartal III/2024 mencapai 57,37. Sementara dari sisi dividend per share pada tahun buku 2024, nilainya Rp14.50 dan EPS sebesar 87.26. Adapun dividend yield-nya mencapai 2,54%. Sedangkan mengutip dari aplikasi Stockbit, payout ratio-nya mencapai 30,67%.“Terakhir, kami bagikan Rp21 per saham. Naiknya 117 kali lipat, bertumbuhnya 37% per tahun,” tutur Susanto.
Per Kamis (24/4/2025), harga saham MTDL ditutup di harga Rp555. Di awal perdagangan, harga saham MTDL ada di Rp570, lalu menyentuh harga terendah di Rp550, dan melonjak ke harga Rp570. Harga saham MTDL pada penutupan perdagangan hari ini turun 2,63% atau menjadi Rp555 dari perdagangan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar MTDL di hari ini mencapai Rp6,81 triliun, dengan nilai transaksi mencapai Rp3,51 miliar pada perdagangan Kamis ini. Perdagangan saham MTDL mencetak volume transaksi sebanyak 6,28 juta saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 583 kali. (*)