Kiat WellFarm Mengembangkan Bisnis Beras Organik

null
Betty Nurbaiti (Dok: Times Indonesia)

Sebagai anak muda yang berasal dari kalangan keluarga petani, Betty Nurbaiti dan kawan-kawan merasa prihatin dengan kehidupan kaum tani di lingkungannya. Mereka mengamati kesejahteraan kaum petani tak beranjak naik, karena kesenjangan harga beras di tingkat petani dan di tingkat konsumen makin membesar.

Keprihatinan itu mendorong Betty dkk. mendirikan WellFarm, perusahaan yang bergerak di bisnis pertanian, khususnya produksi dan penjualan beras organik. Pendirian bisnis pertanian ini juga karena mereka merasa sudah mengenal bidang ini dan memahami akses-aksesnya.

Dengan kehadiran WellFarm, mereka berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekitar, terutama dengan mempraktikkan pertanian organik.

Hanya saja, diakui Betty, ada tantangan tersendiri di bisnis pertanian padi ini. Pertama, bagaimana menjaga para petani agar tak kembali ke cara tanam non-organik. Kedua, bagaimana dapat mengajak kalangan generasi muda mau menekuni profesi sebagai petani.

Untuk menjalankan bisnis pertaniannya, WellFarm menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah kelompok tani terpilih yang tersebar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Khususnya mereka yang berada di sekitar kawasan lembah vulkanis Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

“Kawasan ini sengaja kami pilih karena merupakan lahan pertanian yang amat subur,” ujar Betty, Founder WellFarm. Saat ini, jumlah mitra petani plasma WellFarm berjumlah hampir 10 ribu.

Para petani mitra yang dipilih adalah mereka yang sudah menerapkan sistem pertanian organik, yang ramah lingkungan dan berkelanjutan; meskipun sebagian kecil dari mereka sudah ada yang menggunakan peralatan pertanian modern.

Seperti diketahui, pertanian organik adalah pola pertanian yang tidak menggunakan bibit hasil rekayasa genetis, serta tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Inilah pola pertanian yang dijalankan para petani zaman dulu.

Mengenai tingkat produktivitasnya, menurut Betty, tergantung pada varietas padi yang dibudidayakan. Beberapa varietas hanya bisa dilakukan dua kali penanaman dalam setahun, karena usia panen varietasnya lebih lama.

“Namun, secara umum, dalam setahun kami bisa tiga kali panen,” ungkapnya. Saat ini kemampuan suplai beras organik WellFarm berada di kisaran 150 ton - 200 ton per bulan.

Produk-produk WellFarm dijamin Betty bersifat organik, tersertifikasi, halal, dan dapat ditelusuri asal muasalnya. “Kami sangat bangga dapat membawa hasil bumi terbaik dari para petani mitra kami,” ujarnya.

Produk-produk WellFarm juga sudah diuji di laboratorium, termasuk untuk kandungan nutrisi dan mineralnya. Sejauh ini, menurutnya, sangat terbukti bahwa hasil keringat para petani terpilih yang menjadi mitra WellFarm benar-benar menghasilkan produk yang unggul.

Produk best seller WellFarm untuk saat ini adalah beras khusus low GI (low glycemic index) dan sugar free organik. Kemudian diikuti beras porang instan dan beras mix organik yang diyakini bermanfaat bagi orang yang sedang menjalankan program diet.

Selain itu, ada pula beras amazinc organik yang kaya dengan kandungan mineral zinc yang dikenal sangat baik untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Target konsumen WellFarm adalah kalangan keluarga dan individu yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan, lingkungan, dan keberlanjutan. “Mereka biasanya sudah atau mulai tertarik untuk menerapkan pola makan dan pola hidup sehat, serta penyuka makanan organik,” Betty menjelaskan.

Lalu, mengingat produk WellFarm termasuk dalam kategori beras premium, tentunya sulit untuk disaingkan harganya dengan beras non-organik pada umumnya. Dengan kata lain, target konsumennya memang kalangan menengah-atas.

“Tapi WellFarm tetap berupaya agar dapat menerapkan harga yang dapat terjangkau semua lapisan, khususnya di pasar online,” ujarnya.

null
Beras organik WellFarm (wellfarm.id)

WellFarm, kata Betty, juga akan konsisten memberikan edukasi tentang kesehatan dan makanan organik. Caranya, berkolaborasi dengan komunitas dan UMKM lain yang memiliki visi yang sama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

WellFarm menjual produknya baik secara offline maupun online. Untuk penjualan offline, perusahaan rintisan ini bermitra dengan distributor, agen, dan swalayan lokal serta beberapa kanal perdagangan modern (modern trade). “Saat ini jumlah mitra kami, baik distributor, reseller, maupun agen, ada sekitar 500 mitra, yang tersebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia,” katanya.

Sejalan dengan tren berbelanja online, dari waktu ke waktu penjualan WellFarm dari segmen online makin besar. Di akhir tahun lalu, penjualan online sudah berkontribusi lebih dari 75%.

Hingga saat ini produk WellFarm belum diekspor, meskipun sudah beberapa kali ada pembicaran dengan kalangan buyer dari luar negeri. “Kami terus menjajaki peluang ini dengan hadir di berbagai expo, termasuk yang terakhir diselenggarakan oleh Bank BRI,” ujar Betty.

Selain ingin menggarap pasar ekspor, WellFarm menargetkan untuk terus berkembang dengan memperluas target konsumen di semua lapisan.

“Ini semua sesuai dengan tujuan awal pendirian WellFarm, yakni dapat menyerap sebanyak mungkin hasil panen dari petani agar kesejahteraan mereka dapat terus meningkat,” Betty menegaskan. (*)

# Tag