Keim, Cat Buatan Jerman yang Rajin Menggaungkan Inovasi dan Citra Jenama di Indonesia
PT Romulo Nusantara Perkasa (RNP) di Indonesia, distributor Keim Concretal Lasur di Indonesia, menggaungkan inovasi cat mineral dari Jerman di pameran Megabuild Indonesia 2025 di Jakarta Convention Center, Senayan, pada 24-27 April 2025. Cat ini diklaim sebagai solusi cat beton dan cat artisan berbahan mineral alami.
RNP memberikan edukasi pasar dan meningkatkan citra jenama (branding awareness) Keim Concretal Lasur kepada konsumen. “Tujuan utama kami di Megabuild 2025 bukanlah penjualan, melainkan meningkatkan branding awareness. Kami ingin lebih banyak orang Indonesia memahami manfaat jangka panjang dari cat mineral Keim ini,” terang Dicky Fardian, Direktur Utama RNP di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).
Produk cat ini diklaim Dicky bukan hanya mempercantik tampilan dinding, tetapi juga melindungi permukaan beton secara maksimal, sekaligus menjawab kebutuhan keberlanjutan lingkungan yang semakin mendesak.
Keistimewaan cat ini adalah memberikan solusi estetika dan fungsional. Kualitas cat mampu bertahan hingga 20-30 tahun. Sejak berdiri tahun 1878 di Bavaria, Jerman, Keim telah membuktikan daya tahan dan kualitasnya selama lebih dari 135 tahun di berbagai belahan dunia. Produk ini membawa inspirasi kreatif tanpa mengorbankan kekuatan perlindungan beton.
Keim Concretal Lasur adalah cat mineral inovatif yang mampu mempertahankan tampilan alami beton sekaligus melindunginya dari cuaca ekstrem. Dengan prinsip “mineral bertemu mineral”, cat Keim menghasilkan ikatan alami yang jauh lebih kuat dibanding cat sintetis (cat pada umumnya di pasaran). Bahkan, retak rambut pada beton hingga 0,5 mm dapat tertutup sempurna berkat tekstur butiran halus pada cat mineral.
“Keim memiliki ketahanan tinggi terhadap api. Bandingkan dengan cat sintetis jika terkena api, maka akan terbakar karena berbahan plastik. Sementara cat mineral seperti Keim saat kena api, tidak terbakar, bahkan kembali menjadi batu. Dari segi perawatan, cat Keim juga praktis. Untuk menghilangkan kotoran akibat polusi atau debu di dinding eksterior, cukup dialiri air bersih tanpa perlu disikat keras,” ungkap Dicky.
Sejak resmi hadir di Indonesia pada tahun 2014 (produknya masuk Indonesia sejak 2006), Keim telah melayani proyek-proyek prestisius dengan pendekatan eksklusif. Di Indonesia, cat Keim telah banyak diaplikasikan di proyek-proyek besar, khususnya pada bangunan cagar budaya seperti Benteng Van Den Bosch di Ngawi, Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, dan beberapa lainnya. Sementara di luar negeri seperti di London Aquatic Centre, Zaha Hadid, atau proyek mural karya Guido Van Helten, seperti Wellington Dam, Western Australian dan The McKinney Silo, Texas USA.
Dari sisi harga, cat Keim terlihat lebih mahal dari cat sintetis atau akrilik. Untuk cat interior misalnya, dibanderol mulai Rp3 juta per pail untuk ukuran 15 liter . Sementara untuk eksterior dijual mulai Rp8,3 juta per pail berukuran 25 kilo. Bandingkan dengan harga cat sintetis 5 liter sekitar Rp500-an ribu. Namun jika dicermati dari sisi kualitas, Keim mampu bertahan hingga 20-30 tahun. Jadi tidak perlu tiap dua tahun mengecat ulang.
“Jika mindset-nya sudah sustainable, sebenarnya produk Keim jauh lebih ekonomis. Proses pengaplikasiannya pun, serupa dengan menggunakan cat pada umumnya, yakni menggunakan kuas, rol atau disemprot. Sehingga tidak perlu tukang khusus, tukang biasa bahkan kita sendiri juga bisa. Dicat 1 lapisan hingga maksimal 2 lapisan untuk eksterior,” kata Dicky.
Strategi pemasaran produk Keim di Indonesia tidak dilakukan secara offline di toko bahan bangunan atau gerai. “Kami menjual langsung lewat aristek, kontarktor, dan developer. Untuk penjualan langsung melalui website resmi, marketplace seperti Shopee dan Tokopedia,” Dicky menguraikan. Selain cat, Keim Indonesia juga memasarkan produk mortar berbahan kapur.
Ke depan, Keim Indonesia berencana memperluas fokus dari sekadar bangunan cagar budaya menuju segmen dekoratif beton dan artisan mural, menawarkan potensi kreatif yang lebih luas bagi para arsitek, desainer interior, dan seniman.
Dengan sejarah panjang, sertifikasi internasional, inovasi berkelanjutan, serta pendekatan eksklusif berbasis edukasi, Keim Concretal Lasur optimistis produk-produknya akan lebih banyak diterima masyarakat Indonesia. (*)