J Trust Bank Tumbuh Nyaris Dua Kali Lipat: Strategi Hati-hati, Hasil Menyakinkan
Tiga bulan pertama tahun 2025 menjadi momen penting bagi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC).
Di tengah dinamika ekonomi yang penuh tantangan, bank ini justru mencatatkan lonjakan laba bersih nyaris dua kali lipat. Laba bersih Perseroan mencapai Rp87,83 miliar, tumbuh signifikan 99,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp44,02 miliar.
Pertumbuhan tersebut bukan semata hasil kebetulan. Di balik angka itu, tersimpan cerita strategi yang hati-hati namun progresif. Salah satu pendorong utama kinerja adalah meningkatnya kredit bruto Perseroan. Jumlahnya naik menjadi Rp28,24 triliun dari sebelumnya Rp26,10 triliun — pertumbuhan sebesar 8,18 persen secara tahunan (YoY). Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) juga turut naik 2,74 persen menjadi Rp34,45 triliun.
Di tengah pertumbuhan itu, prinsip kehati-hatian tetap menjadi jangkar utama strategi bisnis bank asal Jepang ini. “Kami berkomitmen untuk berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian, oleh karenanya kredit J Trust Bank tetap tumbuh dengan rasio NPL kuartal I 2025 yang terjaga. NPL net J Trust Bank berada di level 1,40% dengan permodalan Bank yang kuat yaitu Rasio Kecukupan Modal sebesar 13,08% posisi Maret 2025,” ujar Direktur Utama J Trust Bank, Ritsuo Fukadai, dalam pernyataannya, Selasa (29/8/2025).
Pertumbuhan kredit yang sehat tersebut turut mendorong pendapatan bunga yang tercatat naik menjadi Rp735,22 miliar dari Rp724,54 miliar, atau tumbuh 1,47 persen.
Namun kejutan sesungguhnya datang dari sisi pendapatan operasional lainnya, yang melonjak drastis menjadi Rp93,03 miliar, naik lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp16,13 miliar. Lonjakan inilah yang turut mendorong performa laba bersih J Trust Bank ke level baru.
Dari sisi fundamental, J Trust Bank juga menunjukkan kekokohan. Rasio kecukupan modal tetap terjaga di 13,08%, sementara rasio kecukupan likuiditas menyentuh angka 128,35%. Kombinasi ini menunjukkan bahwa bank tidak hanya tumbuh, tetapi juga memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menopang ekspansi jangka panjang.
Menariknya, J Trust Bank juga tidak abai terhadap aspek keberlanjutan. Seiring dengan kinerja keuangan yang membaik, bank ini terus memperkuat komitmennya dalam pembiayaan hijau.
Porsi pembiayaan untuk Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) bahkan telah menembus angka 10,65% dari total portofolio kredit.
Langkah-langkah ini menegaskan bahwa J Trust Bank tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga membangun masa depan yang lebih lestari. Sebuah strategi yang relevan di tengah tuntutan zaman dan harapan investor modern yang semakin peduli pada aspek keberlanjutan. (*)