Laba Bersih Dharma Polimetal (DRMA) Naik 7% di Kuartal I/2025
Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), membukukan penjualan Rp1,5 triliun pada kuartal I/2025. Raihan ini naik 9,4% jika dibandingkan periode yang sama di 2024. Sementara laba bersih tercatat sebesar Rp145,3 miliar, tumbuh 6,7% secara tahunan.
“Kami bersyukur bahwa di tengah situasi industri otomotif yang menantang, yaitu terjadinya penurunan penjualan kendaraan roda empat selama kuartal I di 2025 dibandingkan dengan kuartal I/2024, DRMA berhasil membukukan pertumbuhan penjualan maupun laba bersih yang positif,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso di Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Irianto, pada keterangan tertulisnya, menyampaikan segmen kendaraan roda dua (2W) merupakan mesin utama penghasil pendapatan perseroan lantaran membukukan penjualan sebesar Rp926,5 miliar atau meningkat 15,6%. Dengan jumlah tersebut, segmen roda dua menyumbang 63% dari total penjualan perseroan.
Sekalipun situasi industri otomotif sedang penuh tantangan, baik berupa penurunan penjualan kendaraan roda empat ataupun kondisi ekonomi global yang sedang dibayangi ancaman perang tarif, perseroan berharap dapat meraih target pertumbuhan pendapatan 10% tahun ini. DRMA mengandalkan penggunaan teknologi-teknologi baru untuk stamping, welding, injection plastic, siding line, sehingga bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses produksi.
Perseroan di tahun ini menyiapkan belanja modal (capex) sebesar Rp400 miliar. Angka ini sama dengan capex di 2024. Dana tersebut digunakan untuk investasi pengadaan mesin-mesin baru, produk baru, serta untuk mengembangkan battery energy storage system (BESS) yang proses produksinya sepenuhnya otomatis.
Sejak akhir 2024, perseroan telah memproduksi Auxiliary Battery di bawah merek DC Battery yang merupakan bagian dari ekosistem Dharma Connect. Auxiliary battery DRMA menggunakan teknologi berbasis lithium yang menawarkan daya tahan lebih lama dengan harga yang tetap kompetitif. Melalui Auxiliary Battery ini, DRMA berencana untuk masuk ke after market di industri otomotif.
Di sisi lain, perseroan juga meningkatkan kinerja sistem organisasi internal untuk dapat terus meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha. “Kami hilangkan biaya-biaya yang tidak diperlukan dan pemborosan-pemborosan dalam segala aspek, baik di dalam operasional maupun di luar operasional. Selain itu, kami juga akan meningkatkan upaya untuk mendapatkan order baru dari para pelanggan kita,” tutup Irianto. Harga saham DRMA pada perdagangan hari ini menjadi Rp1.040 atau naik sebesar (*)