Pigijo (PGJO) Bakal Kembangkan Bisnis Baru, Incar Investor Institusional

Pigijo (PGJO) Bakal Kembangkan Bisnis Baru, Incar Investor Institusional
Ilustrasi pergerakan harga saham di Gedung Bursa Efek Indonesia atau BEI di Jakarta pada Jumat (28/2/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA

Emiten teknologi sebagai penyedia jasa digital travel marketplace, PT Tourindo Guide Indonesia Tbk atau Pigijo (PGJO) kini tengah mengembangkan sejumlah rencana bisnis baru. Langkah ini bertujuan untuk memulihkan kondisi perusahaan, sekaligus memaksimalkan jaringan komunitas yang mendukung bisnis perjalanan Pigijo.

Direktur Utama Pigijo, Adi Putera Widjaja dalam acara pemaparan publik insidentil menjelaskan, perusahaan kini tengah memperkuat kerja sama dengan sejumlah komunitas. Langkah ini diklaim agar Pigijo dapat mengembangkan produk-produk wisata yang unik dan menarik.

Pigijo juga sedang mengembangkan layanan open trip dan private trip. Menurut Adi, layanan open trip membuat Pigijo banyak dikenal masyarakat, sehingga berlanjut ke private trip.

“Biasanya juga berlanjut ke paket outing kantor. Ini juga yang menjadi rencana kami. Ke depan, kami juga akan meluncurkan paket outing kantor,” ujar Adi dalam pemaparan publik insidentil daring pada Selasa (29/4/2025).

Adapun paket pariwisata tersebut akan difokuskan ke area Indonesia Timur. Menurut Adi, kawasan tersebut berpeluang besar menarik pelanggan karena bentang alam yang menarik, masih asri, dan belum banyak dieksplorasi.

Adi menambahkan, Pigijo juga akan mengembangkan pasar korporasi atau B2B untuk sektor meetings, incentives, conventions, and exhibitions (MICE) melalui anak perusahaannya. Menurut laporan keuangan tahunan Pigijo pada tahun buku 2024, anak perusahaan saat ini yaitu PT Pigijo Travelindo Sakti. Perusahaan tersebut bergerak di bidang aktivitas agen perjalanan dan penyelenggara tur dan jasa.

Untuk melancarkan rencana bisnis tersebut, Pigijo hendak mengundang investor baru, khususnya investor institusional. “Saat ini masih dalam tahap negosiasi, itu datang dari investor institusional,” ujar Adi.

Pigijo menargetkan untuk mencapai pendapatan tahun buku 2025 senilai Rp7,6 miliar. Meskipun masih merugi senilai Rp2 miliar, namun perusahaan terus mencari pasar baru, seperti di luar negeri agar penghasilan dari layanan jasa wisata open trip, private trip, dan outing kantor dapat diimbangi dari luar negeri. Sementara itu, Pigijo belum menargetkan anggaran belanja modal (capex) pada tahun ini.

Per Rabu (30/4/2025), saham Pigijo masih terpantau stagnan karena perdagangannya masih dihentikan sementara (suspended) oleh Bursa Efek Indonesia, merangkum dari aplikasi IDX Mobile pada pukul 12.09. Sebelumnya, harga PGJO berada di posisi Rp232.(*)

# Tag