Matahari (LPFF) Cetak Omset Rp4,6 Triliun

PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) pada 31 Maret 2025 mengantongi penjualan sebesar Rp4,6 triliun, melonjak sebesar 24,6% dari periode yang sama di 2024. Ini terutama disebabkan oleh pergeseran waktu periode Lebaran. Sedangkan, laba bersih senilai Rp643,32 miliar, melejit sebesar 97,3% dari Rp325,97 miliar pada kuartal I/2024
Monish Mansukhani, CEO Matahari, menyatakan kinerja kuartal pertama itu mencerminkan tantangan pasar saat ini, terutama dampak dari lesunya belanja konsumen selama musim Lebaran. "Meskipun menghadapi tantangan ini, kami tetap fokus untuk memperkuat model operasi kami guna menghadirkan ragam produk yang berfokus pada pelanggan dan memastikan saluran penjualan kami terus diminati pelanggan kami," ungkap Monish dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (30/4/2025).
Perseroan mencatat margin kotorrn aik menjadi 35,4% dari 34,9% yang didukung oleh berbagai macam produk yang lebih baru. EBITDA naik 66,1% menjadi Rp 863 miliar didorong oleh pergeseran Lebaran, sementara biaya operasional tetap stabil. Laba Bersih tumbuh menjadi Rp643 miliar, didukung lebih rendahnya biaya pembiayaan.
Matahari terus menjalankan prioritas strategisnya yang bertujuan untuk meningkatkan profitabilitas. Upaya tersebut meliputi optimalisasi gerai, yang difokuskan pada peningkatan produktivitas ruang dan efisiensi tenaga kerja, serta peningkatan pengadaan dengan merampingkan operasinya untuk menurunkan biaya produk.
Pengembangan berbagai macam barang juga tetap menjadi prioritas utama bagi Perseroan. Inisiatif tersebut meliputi kolaborasi dengan vendor konsinyasi untuk memperkuat koleksi dan merekrut merek-merek baru. Merek-merek eksklusif Perseroan, Suko dan Zes, mendapatkan momentum dengan Suko mencapai pertumbuhan 73% selama periode Lebaran, didukung oleh peluncuran Suko Go. Suko juga berencana untuk memasuki segmen anak-anak di akhir tahun. Ekspansi ke kategori-kategori baru, seperti kategori Home and Living juga sedang berlangsung.
Inisiatif omnichannel difokuskan pada perluasan keterjangkauan ragam produk dan peningkatan keterlibatan digital. Hal ini akan dicapai melalui program pelibatan vendor konsinyasi dan strategi pemenuhan pesanan dari gerai untuk marketplace pihak ketiga, serta meningkatkan keterlibatan pelanggan melalui inisiatif livestreaming dan program loyalitas. (*)