Astragraphia Raup Laba Rp47 Miliar, Naik 61% Pada Kuartal I/2025
PT Astra Graphia Tbk (ASGR) di kuartal I/2025 membukukan laba bersih sebesar Rp47 miliar, naik 61% dibandingkan periode yang sama di tahun 2024. Pencapaian ini sejalan dengan naiknya pendapatan bersih konsolidasian sebesar 18%.
Hendrix Pramana, Presiden Direktur Astra Graphia, menyampaikan pertumbuhan pendapatan bersih konsolidasian terutama diperoleh dari unit usaha Solusi Teknologi Informasi. Sementara peningkatan laba bersih konsolidasian pada kuartal awal tahun ini dikontribusi dari kenaikan pada laba kotor unit usaha Solusi Dokumen sebesar 1% dan unit usaha Solusi Teknologi Informasi sebesar 17%, serta penurunan beban penjualan, beban umum dan administrasi konsolidasian sebesar 11%.
“Pengelolaan arus kas yang lebih baik juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan lain-lain sehingga mendukung pertumbuhan laba bersih Astragraphia pada awal tahun ini,” katanya seperti ditulis swa.co.id di Jakarta, Kamis (1/5/2025).
Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong inovasi di industri cetak dan mendukung pertumbuhan industri kreatif, melalui unit usaha Solusi Dokumen, Astragraphia menghadirkan dua printer produksi terbaru kelas menengah: The New Revoria Press Series – Fujifilm Revoria Press EC2100S dan Fujifilm Revoria Press SC285S. Kedua printer berwarna ini dilengkapi teknologi canggih yang mampu menghasilkan kualitas gambar merata, warna solid, serta hasil cetak yang konsisten.
Dengan dukungan lima warna, termasuk special color, mesin ini memungkinkan perluasan rentang warna yang dapat dicetak untuk menghasilkan efek visual yang lebih ekspresif dan menarik. Sementara itu, teknologi image transfer yang baru, memberikan fleksibilitas dalam menangani berbagai jenis, ketebalan dan ukuran media, serta memastikan kecepatan produksi yang optimal demi menunjang produktivitas yang tinggi.
Selain itu, teknologi seperti AI Photo Quality Optimization, dapat memperbaiki gambar secara otomatis yang juga hadir dalam kedua printer berwarna ini untuk meningkatkan kualitas cetak. Kehadiran teknologi ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha di berbagai segmen, termasuk UMKM dan industri percetakan, serta membuka peluang eksplorasi solusi cetak inovatif serta efisien untuk memenuhi kebutuhan industri cetak di Indonesia yang terus berkembang. Harga saham ASGR pada tahun berjalan per 30 April 2025 (year to date) menjadi Rp875 atau naik (*)