Kuartal Cerah GOTO: Pendapatan Naik 37%, Rugi Menyusut 34%

Kuartal Cerah GOTO: Pendapatan Naik 37%, Rugi Menyusut 34%

Grup GoTo kembali mencatatkan momentum positif pada awal 2025. Di tengah persaingan sektor teknologi dan tekanan biaya yang masih membayangi industri digital, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan yang solid. Pada kuartal I-2025, pendapatan bersih GOTO naik 37% menjadi Rp4,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja ini turut ditopang oleh lonjakan Gross Transaction Value (GTV) inti yang menyentuh angka Rp83,2 triliun, tumbuh 54% secara tahunan. Sementara itu, total GTV grup mencapai Rp144,6 triliun, mencerminkan pertumbuhan sebesar 24% YoY. Di sisi lain, arus kas operasional mulai menunjukkan sinyal keberlanjutan dengan mencatatkan angka positif sebesar Rp301 miliar.

Dalam keterangan resminya, Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, menegaskan strategi perusahaan untuk terus menggarap pasar premium. “Kami terus mengoptimalkan basis pelanggan kami untuk mencakup segmen pengguna premium yang memiliki daya beli tinggi dengan tingkat keterlibatan yang tetap tangguh sehingga memberikan stabilitas lebih kuat bagi bisnis kami,” ujarnya, Jumat (2/5/2025).

Perusahaan juga mencatat perbaikan signifikan dari sisi profitabilitas. EBITDA Grup yang disesuaikan mencatatkan laba sebesar Rp393 miliar, berbalik arah dari kerugian Rp101 miliar pada kuartal I-2024.

Kinerja ini didorong oleh kombinasi pertumbuhan pendapatan dan efisiensi operasional yang terus membaik. Selain itu, rugi periode berjalan pun menyempit sebesar 34% menjadi Rp276 miliar.

Kontribusi dari lini e-commerce juga masih terjaga. Imbalan jasa yang diperoleh dari PT Tokopedia tercatat sebesar Rp217 miliar selama kuartal I-2025.

Di sisi keuangan, posisi neraca GOTO tetap kokoh. Hingga 31 Maret 2025, perusahaan memiliki cadangan kas, setara kas, dan deposito berjangka pendek sebesar Rp21 triliun atau setara US$1,3 miliar.

Memasuki kuartal-kuartal berikutnya, GOTO memproyeksikan EBITDA Grup yang disesuaikan untuk sepanjang tahun 2025 akan berada di kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun. Estimasi ini tentunya dipengaruhi oleh dinamika pasar dan risiko-risiko yang masih harus dikelola dengan hati-hati. (*)

# Tag