Sambut Hardiknas, BRI Dukung Peningkatan Kualitas Pendidikan Indonesia
Pendidikan tak hanya soal guru, kurikulum, dan ruang kelas. Di balik itu, ada infrastruktur yang layak, lingkungan yang aman, dan motivasi yang tumbuh dari rasa dihargai.
Pemahaman ini yang mendorong PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjalankan program BRI Peduli Ini Sekolahku, sebuah inisiatif tanggung jawab sosial yang menitikberatkan pada pemerataan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana belajar.
Sejak diluncurkan, program ini telah menyentuh 46 sekolah di berbagai penjuru Indonesia. Total lebih dari 18.375 pelajar menjadi penerima manfaat langsung, dan lebih dari 400 unit bangunan telah direnovasi.
Bentuk bantuan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup beasiswa pendidikan serta sarana penunjang seperti perpustakaan, toilet, dan lapangan sekolah.
Salah satu penerima program ini adalah SDN 1 Sagalaherang, di Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sebelumnya, kondisi sekolah ini memprihatinkan. Bangunan rusak, atap bocor, dan tak memiliki ruang perpustakaan. Setelah direnovasi oleh BRI Peduli, wajah sekolah berubah total, menjadi tempat belajar yang nyaman dan bersih.
Keadaan sekolah sebelumnya sangat tidak nyaman karena atap yang bocor dan mereka belum punya ruang perpustakaan. "Sekarang semua sudah berubah, sekolah sangat nyaman dan murid kami sangat termotivasi ke sekolah. Kami juga senang, BRI Peduli juga hadir di sekolah kami dalam memperingati Hardiknas dengan berbagai kegiatan bermanfaat dan memacu motivasi belajar siswa,” ungkap Ida Hartini (55), Kepala Sekolah SDN 1 Sagalaherang.
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), BRI Peduli juga mengadakan sejumlah kegiatan tematik di sekolah tersebut. Kegiatan seperti dongeng bersama tokoh inspiratif bertema “Meraih Cita-cita”, cerdas cermat, lomba prakarya, hingga penyaluran sembako bagi guru dan tenaga pendidik menjadi bagian dari cara BRI menghadirkan pengalaman yang tidak hanya mendidik, tapi juga menyentuh hati.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan pentingnya momen Hardiknas sebagai pengingat bersama. Menurutnya, Hardiknas yang selalu diperingati setiap tanggal 2 Mei menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia tentang pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban, kemajuan bangsa, dan mencerdaskan kehidupan masyarakat.
Ia juga menambahkan, “Sejalan dengan Asta Cita pemerintah, program BRI Peduli Ini Sekolahku yang dijalankan ini diharapkan menjadi penopang dan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan di sekolah serta mampu mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.”
Hendy juga mengungkapkan hasil evaluasi program, di mana Indeks Penilaian Program menurut Guru dan Siswa menunjukkan angka kepuasan tinggi: kualitas pembelajaran (90,45%), iklim keamanan sekolah (88,29%), dan angka partisipasi sekolah (85,77%). Bahkan, Indeks Persepsi Orang Tua mencapai 98,28% dalam kategori baik.
Sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata dunia usaha terhadap pembangunan sumber daya manusia, program BRI Peduli Ini Sekolahku mencerminkan pentingnya keterlibatan korporasi dalam isu-isu pendidikan. Di tengah tantangan pemerataan akses dan kualitas, inisiatif semacam ini menjadi bagian dari ekosistem solusi, meski tentu saja bukan satu-satunya.
Ke depan, keberhasilan program semacam ini akan sangat ditentukan oleh kesinambungan, kolaborasi lintas sektor, dan komitmen semua pemangku kepentingan dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)