ANJ Bangkit di 2025: Produksi Meningkat, Laba Meroket 251,9%
Setelah menghadapi tantangan pasar dan operasional sepanjang 2024, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) membuka tahun 2025 dengan langkah yang meyakinkan.
Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ANJT ini mencatatkan pertumbuhan signifikan di Kuartal I 2025, menandai kebangkitan performa yang tidak hanya terlihat dari sisi operasional, tetapi juga dari sisi keuangan.
Hingga akhir Maret 2025, ANJ memproduksi 187.471 metrik ton (mt) Tandan Buah Segar (TBS), meningkat 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan ini sejalan dengan naiknya produktivitas lahan, dari 4 mt per hektare menjadi 4,4 mt per hektare. Tak hanya mengandalkan kebun inti, pasokan dari petani swadaya juga meningkat 7,9% menjadi 109.256 mt, menunjukkan kuatnya kolaborasi ANJ dengan mitra petani.
Secara keseluruhan, ANJ mengolah 295.188 mt TBS dan menghasilkan 60.764 mt minyak kelapa sawit mentah (CPO), meningkat 7,4% dari capaian tahun sebelumnya. Peningkatan produksi ini merupakan hasil dari konsistensi program peningkatan produktivitas yang mulai dijalankan sejak tahun lalu.
Direktur Keuangan ANJ, Nopri Pitoy, menyatakan bahwa strategi jangka panjang yang telah dijalankan mulai menunjukkan hasil. “Peningkatan kinerja pada Kuartal I 2025 didukung oleh berbagai program peningkatan yang diimplementasikan oleh perusahaan sejak tahun lalu, termasuk penyesuaian dosis pupuk, yang mulai membuahkan hasil positif,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perusahaan optimistis produksi akan terus meningkat tahun ini, terlebih didukung kondisi cuaca yang mendukung.
Di sisi hilir, ANJ berhasil menjual 60.057 mt CPO sepanjang Kuartal I 2025, naik 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Harga jual rata-rata (ASP) CPO pun melonjak menjadi USD 881 per mt, tumbuh 16,4% dari USD 757 per mt. Kenaikan harga ini terjadi meskipun pasar global sempat bergejolak akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
Dari sisi finansial, performa ANJ mencatatkan lompatan tajam. Pendapatan konsolidasian tumbuh 29,6% menjadi USD 63,4 juta, dibandingkan USD 48,9 juta pada Kuartal I 2024. Segmen kelapa sawit menjadi penopang utama dengan kontribusi USD 61,7 juta atau 97,4% dari total pendapatan.
Sementara itu, segmen sayuran juga menunjukkan kinerja menjanjikan, dengan kenaikan pendapatan sebesar 55,3%, dari USD 0,7 juta menjadi USD 1,1 juta. Peningkatan volume dan ASP edamame, baik segar, beku, maupun mukimame, menjadi pendorong utama. Segmen sagu pun tumbuh 21,9% menjadi USD 0,4 juta.
Namun sorotan terbesar datang dari lonjakan laba bersih yang mencapai 251,9% secara tahunan, menjadi USD 3,2 juta. EBITDA perusahaan juga naik tajam sebesar 104,8% menjadi USD 18,5 juta. Kinerja ini menjadi bukti bahwa strategi efisiensi biaya dan manajemen harga ANJ bekerja efektif.
“Peningkatan laba bersih terutama didorong oleh volume penjualan dan harga jual produk minyak sawit yang lebih tinggi, penurunan biaya pemeliharaan di perkebunan yang sudah menghasilkan, serta penurunan biaya pengolahan di pabrik minyak sawit kami,” tutup Nopri.
Dengan capaian ini, ANJ menunjukkan bahwa ketangguhan model bisnis yang berorientasi keberlanjutan, kemitraan, dan efisiensi tetap relevan di tengah dinamika global. Tahun 2025 belum selesai, tetapi ANJ sudah lebih dulu memberi sinyal kuat: bangkit bukan hanya mungkin, tetapi sedang terjadi. (*)