Guardian Melaju, IKEA Pulih: Dari Rugi, DFI Raup Laba Rp27 Miliar

nullPresiden Direktur PT DFI Retail Nusantara Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo (kanan). (Foto: Syifa/SWA)

Langit di atas Graha Hero, Bintaro, terlihat cerah ketika Hadrianus Wahyu Trikusumo melangkah tenang menyambut sejumlah awak media. Senin pagi itu, 5 Mei 2025, menjadi momentum penting bagi Presiden Direktur PT DFI Retail Nusantara Tbk, perusahaan induk yang menaungi dua nama besar dalam lanskap ritel Indonesia: Guardian dan IKEA.

Ia membawa kabar baik: DFI mencatat kinerja solid di kuartal pertama 2025. Pendapatan bersih tumbuh 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp1,21 triliun.

Bukan hanya itu, mereka juga berhasil membalikkan kerugian menjadi laba bersih sebesar Rp27 miliar. Di tengah kompetisi ritel yang semakin ketat dan daya beli konsumen yang belum sepenuhnya pulih, capaian ini bukan hal yang bisa dicapai dengan mudah.

“Kinerja positif yang kami capai merupakan hasil dari efisiensi operasional, sinergi lintas divisi, serta investasi berkelanjutan dalam teknologi untuk memperkuat daya saing,” tutur Hadrianus.

Kalimatnya mengalir tanpa ragu, seolah menggambarkan keyakinan bahwa arah yang dipilih perusahaannya berada di jalur yang tepat. “Kami terus menjaga stabilitas operasional sembari berinovasi dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar,” lanjutnya.

Salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah momentum Ramadan dan Lebaran, yang menjadi puncak konsumsi masyarakat. Namun bukan hanya itu. Hadrianus dan timnya telah lama menyiapkan fondasi transformasi bisnis secara menyeluruh, dari operasional, tata kelola toko, hingga strategi omnichannel.

Segmen kesehatan dan kecantikan melalui Guardian, misalnya, terus mencatat pertumbuhan yang konsisten. Di tengah tren perawatan diri dan kesadaran kesehatan yang meningkat, Guardian memperkuat posisinya sebagai salah satu jaringan ritel health & beauty terbesar di Indonesia.

Sementara itu, meski sektor furnitur rumah tangga masih menghadapi tantangan, performa IKEA mulai menunjukkan pemulihan.

“IKEA Indonesia akan fokus mendorong pertumbuhan penjualan melalui berbagai inisiatif seperti meningkatkan komersialitas toko, optimalisasi tata letak toko, serta perluasan segmen online,” papar Hadrianus.

Strategi ini menjadi penting seiring pergeseran perilaku belanja konsumen ke kanal digital dan harapan terhadap pengalaman berbelanja yang lebih nyaman.

Sementara Guardian tetap melanjutkan penguatan pada proposisi nilainya. Fokus mereka tak berubah: memperkuat kurasi produk, menjangkau pelanggan lebih luas melalui jaringan omnichannel, dan menjaga kenyamanan berbelanja di setiap titik interaksi. Di tengah lanskap ritel yang terus bergerak, adaptasi menjadi kunci bertahan dan berkembang.

Laba dari operasi yang dilanjutkan tercatat mencapai Rp11 miliar. Angka ini mempertegas bahwa seluruh unit bisnis di bawah bendera DFI berkontribusi terhadap kebangkitan kinerja.

Di saat banyak perusahaan masih mencari pijakan pasca pandemi dan tekanan inflasi global, DFI mengambil jalur efisiensi dan inovasi yang konsisten.

Cerita ini belum usai. Justru, bagi Hadrianus dan timnya, ini baru awal dari peta jalan transformasi ritel yang lebih besar, peta yang ditandai oleh keberanian untuk berubah, kesabaran untuk membangun ulang, dan komitmen terhadap pelanggan di seluruh Indonesia. (*)

# Tag