Kapan Waktunya Ganti Oli Mobil? Jarak Tempuh Atau Durasi Pemakaian? Ini Penjelasannya!
Libur panjang telah usai. Jalanan kembali padat, dan para pemilik mobil mulai kembali pada rutinitas. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa mobil yang selama ini menemani perjalanan jauh ke luar kota atau berjibaku dengan kemacetan panjang, mungkin tengah menyimpan "keletihan" yang tak kasat mata.
Auto2000, melalui siaran resminya, mengingatkan bahwa usai digunakan intensif selama masa liburan, mobil perlu mendapatkan perhatian ekstra. AutoFamily disarankan untuk segera melakukan pengecekan kondisi mobil di bengkel atau bengkel resmi Auto2000. Alasannya sederhana: perjalanan panjang tak jarang menyebabkan benturan dengan lubang jalan yang bisa merusak komponen kaki-kaki, termasuk peredam kejut.
Namun bukan hanya komponen bawah mobil yang rentan. Mesin pun mengalami tekanan luar biasa, terlebih saat terjebak dalam antrean panjang. Di titik inilah peran oli mesin menjadi sangat krusial. Ia bekerja dalam senyap, melumasi setiap celah dan komponen tersembunyi, menjaga agar semuanya tetap bergerak dengan presisi.
Seiring waktu dan operasional mesin, kualitas oli tak lagi sama. Molekul kimianya berubah. Kemampuannya untuk melindungi dan melumasi komponen yang saling bergesekan mulai berkurang.
Bahkan saat mobil hanya terparkir di rumah, proses oksidasi tetap terjadi. Oli terus bereaksi dengan udara, pelan-pelan kehilangan formula aslinya. Hasilnya? Potensi karat yang mengancam ruang mesin.
Kondisi ini bisa memburuk jika tidak segera ditangani. Gesekan meningkat, residu dari oli rusak mulai menumpuk di saluran-saluran sempit. Tak hanya mempercepat kerusakan, residu ini bisa menyumbat filter hingga mematikan kerja pompa oli. Situasi yang bisa berubah menjadi kerusakan besar dan mahalhanya karena mengganti oli terlalu lama ditunda.
Auto2000 menyarankan agar penggantian oli tidak dilewatkan dalam setiap servis berkala. “AutoFamily wajib mengganti filter oli secara rutin bersamaan dengan penggantian oli mesin saat servis berkala,” demikian anjuran dari mereka.
Oli bukan sekadar pelumas, tetapi juga membantu melepaskan panas dari ruang mesin. Jika kualitasnya menurun, radiator dipaksa bekerja lebih keras. Akibatnya, suhu kerja mesin meningkat, performa menurun, dan konsumsi bahan bakar membengkak.
Menariknya, mobil yang jarang digunakan pun tak luput dari risiko. Oksidasi tetap berjalan meski kendaraan tak bergerak. Oli lama yang bercampur udara bisa menjadi musuh dalam selimut. Saat mesin kembali dinyalakan, pelumas yang terkontaminasi udara justru bisa merusak komponen internal. Potensi karat pun semakin besar.
Lantas, pertanyaannya: apa yang sebaiknya dijadikan patokan dalam mengganti oli—jarak tempuh atau durasi pemakaian?
Jawaban Auto2000 cukup bijak: keduanya penting. Auto2000 menyarankan penggantian oli secara rutin saat servis berkala, setiap 6 bulan atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Oli yang digunakan adalah produk TMO asli, dengan kualitas yang disesuaikan dengan spesifikasi mesin.
Bagi pengemudi taksi online atau mereka yang sering menempuh perjalanan antarkota, jarak 10.000 km bisa tercapai dalam waktu jauh lebih cepat dari enam bulan. Dalam kasus ini, menunda penggantian hanya akan memperbesar risiko.
Sebaliknya, bagi mereka yang lebih banyak berkendara dalam kota dengan frekuensi rendah, angka 10.000 km mungkin sulit tercapai dalam enam bulan. Tapi bukan berarti oli bisa dibiarkan begitu saja.
Lingkungan urban dengan pola “stop and go” justru membebani mesin. Oli harus bekerja lebih keras tanpa bantuan pendinginan alami dari kecepatan konstan. Lama kelamaan, senyawa kimianya akan terdegradasi.
“AutoFamily tinggal menyesuaikan waktu ganti oli mesin dengan mobilitas sehari-hari. Lihat mana yang tercapai lebih dulu, baik jarak tempuh ataupun waktu pemakaian, segera ganti oli kalau sudah melampauinya. Jangan ditunda karena banyak risiko yang timbul akibat tidak ganti oli mesin secara rutin,” tutur Yagimin, Chief Marketing Auto2000. (*)