Samuel Sekuritas Indonesia Optimistis IHSG Resiliens, Andalkan Sektor Kesehatan dan Bahan Dasar

Samuel Sekuritas Indonesia Optimistis IHSG Resiliens, Andalkan Sektor Kesehatan dan Bahan Dasar
Ilustrasi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Rabu (9/4/2025). Sebelumnya, BEI menghentikan perdagangan sementara pada Selasa (8/4/2025) usai libur panjang Idulfitri. Foto Nadia K. Putri/SWA

Tim analis Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa (6/5/2025) akan resiliens atau tahan banting di tengah ketidakpastian ekonomi global. Per hari ini, IHSG dibuka di level 6.860,45 dan terus bergerak di pukul 09.45 WIB DI 6.877,81 poin.

“Secara keseluruhan, pasar menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan sektor yang selektif, khususnya pada saham bahan dasar dan kesehatan,” ujar tim analis Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya pada Selasa (6/5/2025).

IHSG menguat pada 5 Mei 2025, ditutup naik 0,24% ke level 6.832,0, mencerminkan sentimen positif di tengah beragamnya kinerja pasar regional. Sementara, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) juga menguat 0,32% ke level 217,1, didukung minat investor terhadap saham-saham berbasis syariah.

Investor asing membukukan aksi pembelian secara bersih (net buy) sebesar Rp87,3 miliar di pasar reguler, dengan aksi penjualan bersih (net sell) tipis sebesar Rp3,3 miliar di pasar negosiasi.

Senior Chief Economist Samuel Sekuritas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menjelaskan ketegangan geopolitik global sedikit mereda. Fithra mengamati pasar ekuitas dan obligasi di Indonesia cenderung sinkron, menunjukkan aliran modal seimbang dan lingkungan politik makro yang stabil.

Namun, sinyal pasar menunjukkan pergeseran ke arah pola terbalik seperti di Amerika Serikat (AS), yaitu tekanan inflasi meredam minat investor terhadap obligasi. Namun pelaku pasar setempat beralih ke ekuitas, termasuk pasar saham. Tren tersebut didukung oleh fundamental ekonomi yang tangguh dan kebijakan yang membangun.

Fithra menyebutkan eskalasi lebih lanjut dalam volatilitas global dapat mempercepat divergensi dalam preferensi aset di Indonesia. Sebab, investor beralih ke ekuitas yang berfokus pada domestik dengan daya tahan pendapatan yang kuat dan dampak yang lebih sedikit dari guncangan eksternal.

“Mengingat dinamika pasar, kami merekomendasikan instrumen INDOGB seperti FR71, FR78, FR54, FR58, FR45 dan INDOIS: PBS23, PBS24, PBS29,” ujar Fithra.Kapitalisasi pasar IHSG di sesi pagi jelang siang hari ini mencapai Rp11.979 triliun pada pukul 10.45 WIB, merangkum dari aplikasi IDX Mobile. Adapun sebanyak 536.100 ribu kali transaksi di IHSG, dengan 11,7 miliar saham. Sehingga nilai transaksi sesi ini mencapai Rp9.750 triliun.

Secara sektoral, berbagai indeks dari sektor energi (IDXENERGY), non-siklikal (IDXONCYC), siklikal (IDXCYCLIC), keuangan (IDXFINANCE), infrastruktur (IDXINFRA), dan bahan baku (IDXBASIC) rata-rata tumbuh positif. Sementara indeks properti (IDXPROPERT), transportasi (IDXTRANS), perindustrian (IDXINDUST), kesehatan (IDXHEALTH), dan teknologi (IDXTECHNO) mengalami koreksi.(*)

# Tag