Samuel Sekuritas Memprediksi BI Mempertahankan Suku Bunga 5,75%
PT Samuel Sekuritas Indonesia memproyeksikan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan. Rencananya, BI menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20—21 Mei 2025.Ekonom senior di PT Samuel Sekuritas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menjelaskan, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) masih mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,25%-4,50% pada Mei 2025. Keputusan The Fed ini merespons dampak negatif dari ketidakpastian ekonomi, potensi inflasi dari tarif resiprokal oleh Presiden AS, Donald J. Trump.
Fithra menyebutkan keputusan The Fed itu memberikan ruang fiskal yang cenderung sempit kepada BI untuk melonggarkan kebijakan moneter.“Tekanan terhadap Rupiah dan arus modal keluar masih menjadi risiko yang nyata,erutama jika The Fed berubah menjadi lebih hawkish karena tekanan inflasi terus-menerus,” jelas Fithra dalam risetnya di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Saat ini, BI menghadapi beragam tantangan untuk mengelola stabilitas mata uang dan stimulus pertumbuhan. Produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I/2025 sebesar 4,87% atau melambat secara tahunan. Samuel Sekuritas memproyeksikan BI mempertahankan suku bunga 5,75%.
“Ke depannya, prospek kebijakan moneter Indonesia masih terbatas dan Bank Indonesia diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya hingga awal tahun 2026,” ujar Fithra. Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 April 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%
Menurut Fithra, penurunan suku bunga berpotensi memicu arus keluar modal (capital outflow) dan semakin melemahkan rupiah, yang kini menghadapi tekanan depresiasi. Sementara itu, pemerintah diperkirakan akan mempercepat program bantuan sosial dan mengalokasikan belanja modal pada paruh kedua tahun ini untuk menggenjot konsumsi domestik. (*)