Denyut Bisnis Properti di Jakarta Relatif Stabil di Kuartal I/2025

null
Pasar properti kuartal I 2025 stabil. (dok ist)

Stabilitas sektor properti Jakarta pada kuartal I di 2025 ini tetap terjaga apik. Hal Ini ditunjukkan dengan meningkatnya kebutuhan dan hunian di berbagai sektor baik CBD, kondominium, pergudangan hingga perkantoran.JLL Indonesia mencatat tingkat hunian di awal tahun ini naik tipis atau mencapai 71% untuk kawasan CBD. Peningkatan ini tidak terlepas dari kecenderungan perusahaan yang terus mencari gedung berkualitas lebih baik. Hal ini tercermin dari meningkatnya tingkat hunian untuk gedung grade A (termasuk premium).

Selain itu, tren flight-to-quality masih terlihat dikawasan CBD maupun perpindahan dari kawasan non-CBD ke CBD. Sementara itu, tingkat hunian di kawasan non-CBD tetap stabil di angka 71%. Fenomena ini menunjukkan bahwa meski dalam situasi ekonomi yang dinamis, permintaan terhadap ruang kantor berkualitas tinggi di lokasi strategis tetap kuat.“Perusahaan terus memprioritaskan kualitas dan lokasi dalam keputusan pemilihan ruang kantor mereka,” kata Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia di Jakarta, Jumat (9/5/2025).

Awal tahun 2025 menunjukkan tren positif di pasar perkantoran, khususnya untuk gedung grade A. Penyewa atau perusahaan terus mencari gedung dengan kualitas lebih baik dan ruang perkantoran siap pakai dengan harga yang terjangkau. Sektor jasa keuangan dan teknologi tercatat cukup aktif dalam penyewaan ruang perkantoran di awal tahun ini.“Meski demikian, kami masih mengamati tren perusahaan yang menerapkan strategi penghematan biaya, mengingat biaya sewa tetap menjadi faktor penting bagi penyewa dalam memilih ruang kantor,” ucap Panji Aziz, Head of Tenant Representation JLL Indonesia.

Pada kuartal pertama 2025 itu harga sewa gedung grade A (termasuk premium) di kawasan CBD mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,8% jika dibandingkan kuartal sebelumnya. Berdasarkan transaksi pasar yang terjadi, ruang perkantoran dengan luas di bawah seribu meter persegi masih mendominasi transaksi di kawasan CBD.

Sektor Ritel dan Kondominium

Di sektor ritel, sebuah pusat perbelanjaan baru terpantau beroperasi di Jakarta Pusat pada awal tahun 2025. Mal ini mengusung konsep lifestyle shopping center yang menyediakan beragam pilihan fasilitas hiburan bagi pengunjungnya. Pasca-pandemi, para pengembang pusat perbelanjaan terus memprioritaskan konsep yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengunjung serta menarik minat penyewa potensial.

Selain pusat perbelanjaan segmen menengah, beberapa pusat perbelanjaan yang berada di lokasi strategis dengan akses transportasi umum yang baik juga tengah melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Langkah ini menunjukkan upaya pemilik pusat perbelanjaan untuk terus beradaptasi dengan perubahan preferensi konsumen dan tren pasar terkini.

Sementara di pasar kondominium memasuki tahun 2025 masih dengan sikap kehati-hatian, yang terlihat melalui aktivitas terbatas seiring dimulainya bulan Ramadan. Total penjualan tidak menunjukkan peningkatan jika dibandingkan kuartal sebelumnya, mengindikasikan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari penurunan yang terjadi sejak tahun 2020.

Meskipun demikian, beberapa proyek kondominium menerima respons yang cukup positif dalam beberapa kuartal terakhir, terutama yang berlokasi strategis, menunjukkan komitmen pembangunan, serta menawarkan skema pembayaran menarik.

Memasuki kuartal pertama tahun 2025, peluncuran proyek kondominium baru masih terbatas dengan hanya satu proyek yang baru diluncurkan di Bekasi sebagai kelanjutan dari proyek yang sudah ada. Di sisi lain, dua proyek kondominium yang berlokasi di Bogor dan Bekasi telah mencapai tahap penyelesaian dan sedang dalam proses serah terima.

“Saat ini, faktor keterjangkauan masih mendominasi, dengan unit terkecil menjadi pilihan utama di sebagian besar proyek Bodetabek. Hal ini menegaskan pentingnya strategi pengembangan yang tepat sasaran dan responsif terhadap kebutuhan pasar,” kata Vivin Harsanto, Head of Growth and Head of Strategic Consulting JLL Indonesia.

Untuk sektor pariwisata di Indonesia menunjukkan ketangguhan, dengan Bali mengalami peningkatan pengunjung internasional sebesar 8% dan hotel-hotel di Jakarta mengimbangi penurunan okupansi dengan tarif yang lebih tinggi. Saat ini kedua destinasi tersebut sedang Bersiap untuk pembukaan hotel baru pada tahun 2025 di tengah pemulihan perjalanan internasional secara bertahap. Peningkatan aktivitas transaksi yang diantisipasi menjelang paruh kedua mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor di Indonesia.

Sektor pergudangan, perumahan tapak, perhotelan, dan sektor alternatif seperti pendidikan, kesehatan, serta pusat data (termasuk infrastruktur kecerdasan buatan dan teknologi) tetap menarik minat investor lokal dan asing. Para investor menerapkan strategi yang cermat dan selektif dengan kewaspadaan dalam pengambilan keputusan.

Sektor pergudangan modern menunjukkan ketahanan pada triwulan pertama tahun 2025, dengan peningkatan tingkat hunian dari 87% menjadi 90%. Pertumbuhan ini mencerminkan permintaan yang sehat di sektor logistik.

Perusahaan-perusahaan Tiongkok, terutama dari industri Kendaraan Listrik (EV), elektronik, peralatan rumah tangga, dan barang konsumen bergerak cepat (FMCG), menjadi penggerak utama permintaan fasilitas siap sewa yang memenuhi spesifikasi khusus, termasuk ruang hibrid yang dapat mengakomodasi kegiatan perakitan atau perbengkelan.

Wilayah yang memiliki persaingan ketat cenderung menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan area lain yang lebih stabil. Sektor logistik terus menarik minat investor baru, didorong oleh perkembangan manufaktur, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan investasi asing.

“Prospek jangka panjang sektor properti di Indonesia tetap positif, didukung oleh upaya pemerintah dalam menyambut investasi asing, kemampuan adaptasi terhadap dinamika global, serta potensi sosio-ekonomi yang menjadikan Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di Asia Tenggara,” ucap Herully Suherman, Senior Director, Capital Markets JLL Indonesia. (*)

# Tag