Menerbangkan Rasa, Menyatukan Bangsa: Pelita Air Dukung Indonesia Gastrodiplomacy Series

null
Pelita Air, sebagai official airline berkomitmen untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui penerbangan yang nyaman dan penuh keramahtamahan. (Foto: Pelita Air)

Lombok tak hanya menyambut wisatawan dengan pantai berpasir putih dan matahari terbenam yang menawan. Kali ini, pulau yang dikenal dengan keramahan budayanya itu menjadi tuan rumah diplomasi rasa, sebuah pendekatan baru dalam membangun jejaring internasional: Indonesia Gastrodiplomacy Series 2025.

Acara ini digagas oleh Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI sebagai bagian dari upaya mempromosikan potensi daerah dalam bidang ekonomi, pariwisata, budaya, dan kuliner. Tidak hanya menjadi ajang unjuk rasa, tapi juga ajang unjuk strategi: bagaimana kelezatan bisa menjadi medium komunikasi lintas bangsa.

Pelita Air hadir sebagai mitra penting dalam acara ini. Maskapai yang tengah memperkuat kiprahnya di industri penerbangan nasional ini ditunjuk sebagai official airline, memastikan kenyamanan perjalanan para duta besar dan diplomat ke Lombok.

Pelita Air, sebagai official airline kegiatan ini, berkomitmen untuk tidak hanya memperlancar konektivitas antar daerah, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui penerbangan yang nyaman dan penuh keramahtamahan.

Dukungan Pelita Air bukan hanya logistik, tapi juga representasi atas semangat layanan khas Indonesia. Salah satu tamu kehormatan, Madam Ivana Golubovic-Duboka, Duta Besar LBBP Designate Resident Republik Serbia untuk Republik Indonesia, membagikan pengalamannya terbang ke Lombok.

“Pelayanan cabin crew kepada seluruh penumpang juga sangat baik sepanjang penerbangan,” ujar Duboka, sambil menambahkan bahwa makanan yang disajikan di pesawat terasa sangat enak. Di matanya, pengalaman ini bukan hanya sekadar perjalanan udara, tapi juga bagian dari pengenalan akan keramahan Indonesia.

Lebih dari sekadar acara, Gastrodiplomacy Series 2025 adalah ruang temu antara rasa dan identitas. Di tengah hidangan khas dari berbagai daerah, para diplomat mencicipi bukan hanya kuliner Nusantara, tapi juga cerita-cerita di balik setiap masakan. “Saya merasa terhormat telah diundang ke acara Gastrodiplomacy Indonesia Series tahun 2025,” ucap Duboka penuh antusias.

Acara ini bukan hanya menghadirkan cita rasa, tapi juga membuka jalan kolaborasi. Dengan kehadiran berbagai perwakilan diplomatik dari beragam negara, Gastrodiplomacy menjadi medium pertukaran ide, pengalaman, bahkan peluang ekonomi antarbangsa. Bagi para perwakilan negara, orang asing, dan para wisatawan lainnya sangat fantastis dapat mengenal Indonesia dan seluruh kekayaan gastronomi di Indonesia.

Lebih jauh, misi dari kegiatan ini adalah memperluas pemahaman internasional terhadap kuliner Nusantara yang begitu beragam. Dari rasa pedas dan gurih hingga yang manis dan aromatik, makanan menjadi pintu masuk untuk menjelajahi warisan budaya Indonesia yang luas.

“Koneksi antara sesama untuk saling bertukar pengalaman adalah kesempatan yang sangat baik untuk semuanya,” pungkas Duboka.

Melalui Gastrodiplomacy, Indonesia sedang membangun diplomasi yang lebih lembut, lebih personal, dan lebih menggugah indera. Dari sebuah meja makan di Lombok, jalinan hubungan antarbangsa bisa dimulai, dengan rempah sebagai bahasa universalnya. (*)

# Tag