Di Tengah Susutnya Laba, Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Buyback Saham, Gelontorkan Rp50 Miliar

Di Tengah Susutnya Laba, Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Buyback Saham, Gelontorkan Rp50 Miliar

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), emiten yang bergerak di sektor ritel otomotif, mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp50 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga likuiditas saham sekaligus memperkuat nilai bagi para pemegang sahamnya.

Rencana buyback diumumkan secara resmi melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 9 Mei 2025. “Perseroan berharap dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham perseroan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham,” jelas manajemen Autopedia.

Harga saham yang menjadi acuan buyback ini adalah Rp71 per lembar, berdasarkan harga penutupan pada 8 Mei 2025. Dana pembelian kembali akan diambil sepenuhnya dari kas internal, menandakan posisi keuangan ASLC yang dinilai cukup kuat untuk mendukung aksi korporasi ini.

Selain untuk meningkatkan likuiditas, ASLC menyatakan bahwa rencana buyback ini juga disiapkan sebagai bagian dari program jangka panjang perusahaan, yakni Management and Employee Stock Option Program (MESOP). Melalui program ini, karyawan dan manajemen diberikan kesempatan untuk menjadi pemegang saham, sebagai bentuk insentif dan keterlibatan lebih dalam terhadap pertumbuhan perusahaan.

Pihak manajemen juga menegaskan bahwa aksi buyback ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja operasional maupun kondisi keuangan perusahaan. Buyback tidak memiliki dampak bersifat material terhadap kegiatan usaha perseroan, kinerja keuangan, posisi permodalan, dan likuiditas.

Mengacu pada data aplikasi IDX Mobile per Minggu, 11 Mei 2025, saham ASLC ditutup turun tipis di harga Rp70 per lembar, melemah satu poin atau 1,41% dari harga pembukaan di Rp71. Meski begitu, saham ini masih menunjukkan pergerakan aktif dengan volume transaksi mencapai 7,4 juta lembar.

Sepanjang hari itu, harga ASLC sempat menyentuh level tertinggi Rp72 dan terendah Rp69. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp519,4 juta, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 379 kali. Kapitalisasi pasar perusahaan berada di kisaran Rp892,3 miliar.

Dari sisi fundamental, kinerja ASLC sepanjang 2024 juga cukup solid. Laba bersih perusahaan tumbuh 88% menjadi Rp50,3 miliar, sementara pendapatan meningkat 28% menjadi Rp876,6 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi showroom Caroline.id serta kontribusi dari lini bisnis baru seperti MotoGadai.

Adapun pada kuartal I/2025, ASLC membukukan laba bersih sebesar Rp12,31 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan 19,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika laba bersih ASLC tercatat sebesar Rp15,34 miliar. Meski demikian, capaian tersebut mencerminkan ketahanan bisnis Autopedia di tengah ketatnya persaingan pasar mobil bekas dan meningkatnya tekanan biaya operasional. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag