Dempo Andalas Samudera Ekspor Tuna Beku Rp1,87 Miliar ke Uni Emirat Arab

null
Menteri Perdagangan, Budi Santoso ,melepas ekspor produk tuna beku, yaitu frozen yellow fin tuna loin milik PT Dempo Andalas Samudera ke Uni Emirat Arab yang berlangsung di Padang, Sumatra Barat, Jumat (9/5/2025). (Foto : Humas Kemendag).

PT Dempo Andalas Samudera mengekspor tuna beku, yaitu frozen yellow fin tuna loin, ke Uni Emirat Arab. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, melepas ekspor satu kontainer produk tersebut di Padang, Sumatera Barat, pada Jumat pekan lalu. Ekspor kali ini senilai US$90 ribu atau setara Rp1,87 miliar.

Pelepasan ekspor digelar di PT Dempo Andalas Samudera, Padang, Sumatra Barat. Menteri yang akrab disapa Mendag Busan ini didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Fajarini Puntodewi dan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan dalam pelepasan ekspor tersebut.

Turut hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Investor Aruna Holding Avina Sugiarto, Chief Sustainability Officer & Co-Founder Aruna Indonesia. Utari Octavianty, dan Direktur Dempo Andalas Samudera, Robby Ferliansyah.

Menurut Mendag Busan, para pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dapat memanfaatkan berbagai kerja sama perdagangan yang telah dijalin Indonesia dengan negaranegara mitra. Contohnya, ekspor ke UEA dapat dilakukan dengan memanfaatkan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif kedua negara (Indonesia-United Arab Emirates CEPA).

Skema ini memungkinkan UEA untuk menurunkan dan menghapus tarif bea masuk untuk sekitar 94% dari total pos tarif, sehingga membuka akses pasarnya bagi Indonesia.

“Kita sudah punya perjanjian dagang dengan UEA, maka perlu kita manfaatkan sebaik-baiknya. Selain itu, Indonesia dan Tunisia akan menandatangani CEPA pada Juni mendatang. Indonesia juga sedang mengejar penyelesaian perundingan CEPA dengan Uni Eropa untuk membuka potensi pasar yang besar sekali ke sana,” kata Mendag Busan saat menyampaikan sambutan seperti dikutip pada Senin (12/5/2025).

Selama ini, Kemendag melaksanakan pembukaan pasar baru ke pasar-pasar nontradisional, atau pasar yang potensinya belum terjamah, dalam strategi ekspor. Inisiatif untuk membuka pasar ekspor baru saat ini semakin relevan. Salah satunya, karena dinamika perang dagang dan hambatan perdagangan yang diterapkan secara unilateral.

Untuk itu, ekspor ke negara mitra yang telah memiliki perjanjian akan menjadi daya tarik. Dengan bertambahnya jumlah kerja sama perdagangan dengan negara mitranya, hal tersebut diharapkan memberikan motivasi bagi para eksportir untuk meningkatkan ekspornya.

Mahyeldi meminta pemerintah pusat untuk mendukung ekspor produk unggulan Sumatra Barat. Ia mengatakan, Export Coaching Program dari Kemendag telah menghasilkan 60 eksportir baru sehingga menambah jumlah jajaran eksportir yang ada saat ini.

“Kami juga mengharapkan informasi dan dukungan bagi pelaku usaha Sumatra Barat agar bisa mengikuti berbagai pameran di dalam dan luar negeri,” ujar Mahyeldi.

Chief Sustainability Officer & Co-Founder Aruna Indonesia, Utari Octavianty, mengatakan industri perikanan harus tetap berdiri tegak di tengah situasi global yang penuh dinamika dan perang. Ia pun berterima kasih atas dukungan Kemendag sehinga PT Dempo Andalas Samudera tetap bisa mengekspor tuna ke Dubai, UEA, dan dihubungkan dengan para pembeli di UEA. Ia berharap, kegiatan ekspor dapat terus dilaksanakan.

“Sehingga, nelayan-nelayan di Bungus (Sumatra Barat) bisa terus menangkap ikan tuna dan mendapatkan akses pasar yang lebih baik. Ekspor ini menjadi simbol kerja keras para nelayan, seluruh karyawan dan pekerja, hingga ekosistem perikanan,” kata Utari. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag