Roti Kopi Menuju 102 Gerai dan Aromanya Segera Sampai India

Roti Kopi Menuju 102 Gerai dan Aromanya Segera Sampai India
Roti Kopi terus menambah gerai dan merambah pasar internasional (Foto: Ropi)

PT Juara Roti Indonesia (JURI) yang merupakan merek ternama dari Ropi (Roti Kopi) terus lincah menapakan kaki gerainya di Indonesia. Per 8 April 2025, Ropi sudah memiliki 92 gerai. Perkembangannya terkini sedang mengurus persiapan pembukaan 10 gerai lagi sehingga segera tercapai total 102 gerai.

Founder Ropi, Ahmad Kurnia Reza Rahman menuturkan gerainya berfokus hadir di tiap rumah sakit. Sebab para pengunjung rumah sakit selalu silih berganti sehingga bisa mengundang ketertarikan dan rasa penasaran melalui aroma khas Ropi.

Meski begitu, Reza tak kehabisan akal untuk memasuki segmen pasar. Tak hanya di rumah sakit, beberapa gerainya juga tersedia di supermarket, mall hingga bandara meski jumlahnya tak banyak. Hal ini dilakukannya agar Ropi bisa mengambil dan menguasai segmen pasar tersebut lebih dahulu ketimbang pesaingnya.

Ropi juga menyasar perkotaan kelas dua. “Rumah sakit memang di pinggiran sehingga konsumen perlu mencari Ropi di stasiun, di bandara, di mal jika ingin mencari produk aneka roti sekelas Ropi,” ucapnya kepada swa.co.id pada Kamis (8/5/20205).

Memiliki 92 gerai tentu menimbulkan tantangan tersendiri: kerap buka tutup gerai. Reza pun sudah wanti-wanti akan hal tersebut sehingga dia mempunyai siasat andalan, yakni selalu punya “tabungan outlet” kala gerai ditutup. Dengan begitu, perpindahan untuk membuka gerai terbaru bisa lebih cepat tanpa ada peralatan operasional yang menganggur.

Bersiap Ke India

Pelan tapi pasti. Jenama Ropi di masa mendatang tak hanya harum aromanya di Indonesia. Reza masih mengurus segala perizinan agar bisa menancapkan gerai Ropi di negara produksi Bollywood itu. Adapun nilai investasi ekspansi itu mencapai lebih dari Rp3 miliar.

Negara tersebut dipilih oleh Reza lantaran India menduduki posisi pertama sebagai penduduk terbesar di dunia. Kemudian pertumbuhan bisnis Ropi di Indonesia dengan pasar mendekati 300 juta penduduk, sudah terbilang bagus.

“Masyarakat India menyukai roti dengan tekstur lebih keras. Ropi melihat ini sebagai peluang untuk memperkenalkan jenis roti bertekstur lembut sehingga nantinya perlu ada edukasi kepada para konsumen India,” ujarnya.

Selain itu, India menjadi segmen pasar yang cocok lantaran belum adanya pesaing dari Indonesia. Alhasil memungkinkan jika Ropi bisa duduk di nomor satu di India. Sementara sejauh ini, Ropi berada di urutan ketiga usai Roti’O dan Roti Boy di Indonesia.

Reza membidik tempat seperti stasiun dan terminal bus yang ada di New Delhi, India. Sebab tempat tersebut sangat padat oleh lalu-lalang masyarakat. “Ketika kami hadir, setidaknya kami bisa mewarnai aroma yang enak dari roti dan kopi sehingga mengundang rasa lapar dan penasaran,” pungkasnya.

Tetap Cemerlang

Di tengah perekonomian Indonesia yang minus, bisnis Ropi tetap mempertahankan pertumbuhannya. Tatkala menyodorkan pertanyaan seputar laba, Reza tak menjawab secara gamblang.

Reza hanya mengatakan bahwa kinerja Ropi bertumbuh 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun lokasi gerai yang strategis di rumah sakit, menjadi faktor penyumbang pertumbuhan Ropi.

“Kalau kami masih mempertahankan strategi membuka gerai di kios-kios seperti dua tahun lalu, kami kemungkinan besar akan terkena badai yang sama, bisnis turun drastis,” ungkapnya.

Tak muluk-muluk, Reza hanya ingin Ropi bisa terus bertumbuh sedikti demi sedikit di himpitan ekonomi nasional yang tak baik-baik saja. Reza mempunyai impian target bisnisnya bisa mencapai kenaikan 20% ketimbang 2024. ”Kalau bisa di angka 20%, wah, itu mimpi saya terwujud,” pungkasnya. (*)

# Tag