Restoran Truntum Gasblock di Borobudur Kebanjiran Pengunjung, Melonjak 1.000% di Libur Waisak dan Ajang Suadesa Festival
Pagelaran Suadesa Festival 2025 yang berlangsung di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Gasblock PGN Karangrejo, Borobudur, Jawa Tengah pada 10–11 Mei 2025, menyuguhkan hiburan dan budaya serta berkah kepada pelaku usaha lokal. Salah satu yang merasakan dampaknya secara langsung adalah Truntum Gasblock, sebuah tempat kuliner kekinian yang terletak persis di area Balkondes PGN Karangrejo.
Dengan latar hamparan sawah hijau dan perbukitan Menoreh, Truntum Gasblock menjadi destinasi bersantap yang memikat, sekaligus tempat bersantai yang nyaman bersama keluarga atau sahabat. Lokasinya yang strategis, tepat di samping lokasi festival, membuatnya ramai disambangi pengunjung selama perayaan berlangsung.
Desa Karangrejo merupakan salah satu desa binaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang sedang menjalani transformasi melalui sinergi energi ramah lingkungan dan lintas sektor. Program CSR PGN yang diimpelemtasikan di Suadesa Festival ini dirancang sebagai platform yang mendorong ekonomi desa lewat promosi UMKM serta pelestarian budaya lokal.
Festival tahun ini menghadirkan panggung seni dan budaya yang menampilkan musisi dan seniman lokal seperti Shaggydog, Irta Amalia, dan Om Janema. Lebih dari 40 tenant UMKM dari Desa Karangrejo dan Wringin Putih ikut ambil bagian, menjajakan produk kreatif mereka kepada ribuan pengunjung. “Kalau dibandingkan dengan hari biasa, pengunjung kami meningkat hingga 1.000% di bulan ini,” ungkap Hari Dwi Putro, CEO Truntum Gasblock, di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (14/5/2025).
“Waisak menarik wisatawan mancanegara, sementara Suadesa Festival jadi magnet bagi wisatawan lokal. Kombinasi yang luar biasa untuk kami,” tambah dia. Hari mengisahkan awal mula membangun Truntum Gasblock pada tahun 2021. Masa-masa awal tidak mudah ia bahkan sempat merasa putus asa karena target tak tercapai. Namun titik balik terjadi saat digelarnya Balkonjazz Festival 2022. Balkonjazz Festival juga merupakan ajang yang didukung PGN selaku Subholding Gas Pertamina beberapa waktu lalu.
“Waktu itu saya bisa jual hampir 1.200 burger, benar-benar jadi penyemangat. Dan sejak saat itu, saya percaya event-event seperti ini bisa menjadi penopang utama keberlangsungan UMKM,” lanjutnya. Hari berharap Suadesa Festival bisa menjadi agenda tahunan. “Bukan cuma Truntum yang berkembang, tapi UMKM lain di sekitar juga harus ikut naik kelas. Harapannya, eksposur ini bisa terus tumbuh,” katanya.
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberlanjutan PGN, Truntum Gasblock juga menggunakan gas bumi atau Jargas dari PGN sejak awal berdiri. “Lebih hemat, lebih praktis. Kami tidak perlu repot kalau gas habis,” ujar Hari.
Fajriyah Usman, Sekretaris Perusahaan PGN, menegaskan Suadesa Festival adalah refleksi komitmen terhadap gaya hidup berkelanjutan di tingkat desa. “Desa bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang memimpin perubahan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara energi, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang ditunjukkan lewat festival ini merupakan model pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Melalui program CSR, PGN ingin mendorong potensi lokal. Desa Karangrejo memiliki kekuatan besar di sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Harapannya, Suadesa Festival bisa terus tumbuh menjadi festival desa tahunan yang dinanti-nantikan,” tutur Fajriyah. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.