Net Buy Rp9 Triliun: Modal Asing Balik, Pasar Bergerak! Begini Proyeksi Mirae Asset Sekuritas

Net Buy Rp9 Triliun: Modal Asing Balik, Pasar Bergerak! Begini Proyeksi Mirae Asset Sekuritas
Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina di acara media gathering di kantor Mirae Asset Sekuritas, Jakarta, pada Kamis (15/5/2025). Foto Nadia K. Putri/SWA

Aroma optimisme mulai kembali terasa di lantai bursa. Setelah sempat cenderung defensif, investor asing pada Rabu, 14 Mei 2025, mencatatkan aksi pembelian bersih (net buy) senilai hampir Rp1 triliun. Angka yang menjadi sinyal bahwa kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia mulai pulih, meski belum sepenuhnya melaju agresif.

Mirae Asset Sekuritas melihat momentum ini sebagai titik awal yang menjanjikan, terutama menjelang semester kedua tahun ini. Dalam sebuah media gathering yang digelar di kantor Mirae Asset Sekuritas, Jakarta, pada Kamis (15/5/2025), Head of Investment Information Mirae, Martha Christina, mengungkapkan pandangan positif terhadap likuiditas pasar.

“Kami melihat dari sisi likuiditas, itu sudah mulai membaik mulai dari kemarin sampai ke depan. Beberapa kebijakan Bank Indonesia juga mendukung untuk peningkatan likuiditas di market,” ujarnya di hadapan media.

Namun, euforia ini tetap dibalut kehati-hatian. Menurut Martha, sektor perbankan yang diperkirakan akan membaik pada semester II/2025 bukan berarti akan mengalami lonjakan signifikan. Ia mengingatkan bahwa investor asing kemungkinan masih akan masuk dengan tempo yang lebih moderat.

“Suku bunga kita juga relatif masih tinggi. Perebutan dana pihak ketiga itu masih cukup ketat, sehingga dari sisi net interest margin trennya sedang tumbuh, itu yang membatasi asing untuk masuk lebih banyak,” tutupnya.

Di sisi lain, data dari aplikasi IDX Mobile per 15 Mei 2025 mencerminkan dinamika pasar yang terus bergerak aktif. Total net buy asing di pasar reguler dan negosiasi masing-masing tercatat sebesar Rp8,063 triliun dan Rp1,265 triliun.

Jika dijumlahkan, net buy asing di seluruh pasar mencapai Rp9,327 triliun. Sementara itu, net sell asing di kedua pasar mencapai Rp6,489 triliun, dengan rincian Rp5,258 triliun di pasar reguler dan Rp1,231 triliun di pasar negosiasi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun menguat, meskipun secara tahunan (year-on-year/yoy) masih mengalami koreksi. Pada pukul 16.00 WIB, indeks ditutup di level 7.040,16.

Sejumlah emiten tampil menonjol dalam perdagangan hari itu. Waran dari PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX-W) memimpin deretan top gainers, disusul Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM), Wahana Pronatural Tbk (WAPO), PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), dan Capitalinc Investment Tbk (MTFN).

Sementara dari sisi frekuensi perdagangan, emiten yang masuk top frequency hari ini antara lain PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan Bumi Resources Tbk (BUMI).

Kendati pasar belum sepenuhnya lepas landas, sinyal-sinyal awal ini memberikan harapan. Arus modal asing yang mulai kembali menunjukkan kepercayaan, dan pelaku pasar menanti: apakah semester kedua akan menjadi titik balik bagi kebangkitan pasar modal Indonesia?

# Tag