Equinix Resmi Buka Data Center Pertamanya di Indonesia

Rak server data center JK1 milik Equinix. (dok. Equinix)
Rak server data center JK1 milik Equinix. (Foto: Equinix)

Perusahaan multinasional asal Amerika Serikat di bidang infrastruktur digital, Equinix secara resmi membuka fasilitas data center pertamanya di Indonesia. Fasilitas yang diberi nama JK1 ini berlokasi di Jakarta dan dibangun dengan investasi senilai USD74 juta. Langkah ini menandai komitmen Equinix dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik, khususnya Indonesia.

Selama ini, Equinix dikenal sebagai tuan rumah bagi infrastruktur digital milik sejumlah perusahaan global, termasuk lebih dari setengah perusahaan yang tergabung dalam daftar Fortune 500.

Pembukaan data center ini merupakan hasil kerja sama dengan mitra lokal yakni PT Astra International Tbk. Melalui data center JK1, Equinix akan memungkinkan para pelaku bisnis Indonesia, serta perusahaan multinasional yang hadir di Indonesia, untuk memanfaatkan platform-nya guna menyatukan dan menghubungkan infrastruktur digital untuk mendukung bisnis mereka.

JK1 menghadirkan akses langsung ke lebih dari 50 penyedia layanan cloud, jaringan, dan pertukaran internet. Ekosistem ini mencakup nama-nama besar seperti Alibaba Cloud, Amazon Web Services (AWS), Microsoft Azure, hingga Google Cloud. Dengan konektivitas yang luas ini, JK1 menjadi platform strategis bagi perusahaan yang ingin memperluas jangkauan digital dan mempercepat transformasi teknologi mereka di Indonesia.

Equinix menyebutkan bahwa kehadiran JK1 tak hanya menawarkan infrastruktur berstandar global, tetapi juga akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor digital. Fasilitas ini diposisikan sebagai hub utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional yang berkelanjutan.

Cyrus Adaggra, Presiden Asia Pasifik Equinix menyampaikan, “Asia Tenggara adalah pasar strategis bagi Equinix dan pelanggan global kami, seperti yang terlihat dari banyaknya pelanggan yang telah berkomitmen menggunakan JK1 sejak peresmian. Dalam beberapa tahun terakhir, Equinix telah berfokus memperluas jangkauannya di kawasan ini untuk memenuhi kebutuhan digital pelanggan yang terus berkembang.”

Sementara Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komdigi, Mira Tayyiba mengatakan, “Kehadiran Equinix JK1 juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha nasional, dari korporasi besar hingga UMKM, dalam memperkuat ekosistem digital yang terhubung secara global.”

JK1 adalah gedung delapan lantai yang pada tahap awal menyediakan 550 rak server, dengan kapasitas total mencapai 1.600 rak server dan luas ruang kolokasi 5.300 meter persegi saat sepenuhnya rampung.

Fasilitas ini akan menghadirkan layanan konektivitas, termasuk Equinix Fabric dan Equinix Internet Access, yang memungkinkan perusahaan di Indonesia membangun ekosistem digital mereka sendiri dan memanfaatkan peluang digital yang ada.

JK1 mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam desainnya dengan memanfaatkan teknologi inovatif seperti Cooling Array dan pendingin cair (liquid cooling), untuk pengelolaan panas yang efisien bagi beban kerja komputasi berkinerja tinggi, termasuk AI.

Cyrus juga menambahkan, “Saat ini, jaringan global platform Equinix mencakup lebih dari 260 pusat data di 74 kota besar dan 35 negara. Di Asia-Pasifik, Equinix mengoperasikan 60 pusat data di 16 kota utama di Australia, Tiongkok, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, dan Singapura. Equinix juga mengumumkan ekspansi pasar ke Filipina dan Thailand pada tahun lalu.” (*)

# Tag