BEI Catat 29 Perusahaan Masih Antre IPO, Apa Saja Sektornya?
Hening yang hanya sesaat di lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia kembali berganti dengan dinamika penuh gairah. Di balik layar yang menampilkan deretan angka dan grafik, terdapat denyut ambisi ratusan perusahaan yang menunggu giliran untuk melantai, menjadi bagian dari panggung terbuka bernama pasar modal.
Menurut data internal PT Bursa Efek Indonesia atau BEI per 16 Mei 2025, hingga saat ini terdapat 29 perusahaan yang masuk dalam daftar antre atau pipeline pencatatan saham IPO. Sejak awal Januari hingga 16 Mei 2025, sudah ada 14 perusahaan yang melantai di bursa dan telah menghimpun dana Rp7,01 triliun.
BEI merinci, terdapat tiga perusahaan dengan aset skala kecil — di bawah Rp50 miliar. Kemudian, 17 perusahaan dengan aset skala menengah — nilainya antara Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar. Terakhir, 9 perusahaan dengan aset skala besar — nilainya di atas Rp250 miliar.
Berikutnya, 29 perusahaan yang antre IPO tersebut berasal dari berbagai sektor. Detailnya, satu perusahaan dari sektor bahan baku, empat perusahaan dari sektor consumer cylicals, 5 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, dan tiga perusahaan dari sektor energi.
Selanjutnya, ada empat perusahaan dari sektor keuangan, tiga perusahaan dari sektor kesehatan, tiga perusahaan dari sektor perindustrian, satu perusahaan dari sektor infrastruktur, dua perusahaan dari sektor teknologi, dan tiga perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
BEI juga melaporkan, terdapat 61 emisi dari 46 efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) yang sedang berada dalam pipeline. Paling banyak berasal dari sektor keuangan, yaitu ada 24 perusahaan. Selebihnya, 8 perusahaan dari sektor energi, 4 perusahaan dari sektor bahan baku, tiga perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals.
Penerbit EBUS lainnya yang masuk pipeline yaitu satu perusahaan dari sektor kesehatan, dua perusahaan dari sektor perindustrian, satu perusahaan dari sektor infrastruktur, dua perusahaan dari sektor properti dan real estate, dan satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
Hingga 16 Mei 2025, BEI mencatat ada 44 emisi yang telah diterbitkan dari 31 penerbit EBUS. Dana yang dihimpun sebesar Rp57,4 triliun.
Terkait aksi korporasi perusahaan, BEI juga mencatat empat perusahaan dalam antrean rights issue. Sektor yang terlibat yaitu dua perusahaan dari sektor bahan baku, satu perusahaan dari sektor kesehatan, dan satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
Hingga 16 Mei 2025, telah terdapat empat perusahaan tercatat yang telah menerbitkan right issue, dengan total dana yana dihimpun mencapai Rp0,86 triliun.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Jumat (16/5/2025) ditutup menguat tipis di level 7.106,52, melansir dari laman Trading View pada Sabtu (17/5/2025). Harga pembukaan IHSG di perdagangan pagi di level 7.092,23, tetapi juga menyentuh level terendah di 7.009,84. (*)