Minimarket Waralaba Jadi Tren, Pipo Hargiyanto Beberkan Rahasia Suksesnya

null
Pipo Hargiyanto (Ist)

Di tengah tumbuhnya ekonomi digital dan geliat bisnis ritel modern, satu model bisnis tetap menunjukkan daya tarik yang kuat: minimarket waralaba. Dari pusat kota hingga pelosok daerah, gerai-gerai berlogo biru-merah atau hijau-oranye kini makin jamak dijumpai.

Namun di balik pencapaian tersebut, ada sosok-sosok seperti Pipo Hargiyanto yang membaca tren ini bukan sebagai euforia sesaat, melainkan perubahan cara masyarakat membangun aset produktif.

Sebagai investor properti dan bisnis yang telah berkecimpung sejak 2008, Pipo bukan sekadar mengikuti arus. Ia mengamati dengan cermat, lalu menyusun strategi berbasis pengalaman dan data.

“Orang sering mikir waralaba itu tinggal setor modal dan cuan jalan. Padahal, yang paling penting itu strategi pemilihan waralaba dan pengelolaan modal,” ungkapnya.

Bisnis minimarket waralaba semakin diminati di Indonesia, tak hanya di kota besar, tetapi juga merambah kota-kota kecil. Investor properti dan bisnis Pipo Hargiyanto melihat bahwa lonjakan tren ini bukan sekadar euforia, tapi mencerminkan perubahan cara masyarakat membangun aset produktif.

“Orang sering mikir waralaba itu tinggal setor modal dan cuan jalan. Padahal, yang paling penting itu strategi pemilihan waralaba dan pengelolaan modal,” ungkap Pipo, yang telah berinvestasi sejak 2008.

Ia menekankan, memilih merek waralaba yang kuat, punya support system bagus, dan sesuai dengan daya beli masyarakat sekitar adalah kunci awal. Menurut Pipo, banyak pemain baru salah langkah di tahap awal. Mereka asal buka tanpa riset lokasi, tanpa perhitungan cashflow, akhirnya bukannya untung namun mengalami kerugian.

Dia menjelaskan selain pemilihan merek, pembiayaan juga jadi aspek penting. Di era sekarang, kata Pipo peluang pembiayaan semakin terbuka lebar, baik dari bank maupun non-bank.

“Bahkan ada skema yang nggak perlu jaminan di awal. Tapi jangan lupa, perhitungkan modal kerja dan biaya tak terduga supaya bisnis tetap sehat,” tambahnya.

Yang menarik, Pipo melihat tren menggabungkan minimarket waralaba dengan aset properti semakin populer. Menurutnya, bisnis ini bukan cuma soal jualan, tapi juga soal memanfaatkan properti secara produktif.

“Kalau dipadukan dengan properti yang tepat, minimarket waralaba bisa jadi aset autopilot yang nggak cuma nunggu capital gain, tapi langsung menghasilkan cashflow harian,” jelasnya.

Berbekal pengalaman lebih dari satu dekade, Pipo menekankan bahwa kesuksesan dalam minimarket waralaba bukan didapat dari keberuntungan semata, tapi hasil dari belajar, menghitung risiko, dan mau beradaptasi dengan pasar.

“Saya sendiri pernah mengalami jatuh bangun, dan justru dari situ saya belajar bahwa mindset jangka panjang jauh lebih penting daripada sekadar mengejar cuan cepat,” tuturnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag