Investor Ritel Teguk (TGUK) Jual 179 Juta Saham, Kenapa?

Investor individual dari emiten barang konsumen primer PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK), Antony Lesmana, melepas 179 juta lembar saham pada April dan Mei 2025. Alhasil kini, porsi kepemilikan saham Antony di TGUK berkurang hingga 7,62% atau 272,08 juta lembar saham.

Rinciannya, Antony menjual 89,5 juta lembar saham pada 9 April 2025 di harga Rp50. Dari penjualan ini, Antony diperkirakan meraup dana Rp4,47 miliar. Adapun persentase saham yang ditransaksikan sebesar 2,51%. Sehingga, Antony saat itu memiliki porsi saham 10,12% atau sebanyak 361,58 juta lembar saham.

Kemudian di bulan berikutnya, Antony kembali menjual 89,5 juta lembar saham di harga Rp56 pada 7 Mei 2025. Sehingga, Antony diperkirakan meraup dana sekitar Rp5,01 miliar. Adapun persentase saham yang ditransaksikan sebesar 2,5%. Sehingga, kini Antony memiliki porsi 7,62% atau sebanyak 272,08 juta lembar saham.

"Tujuan dari transaksi untuk pengelolaan portofolio," tegas Direktur Utama Teguk Indonesia, Maulana Hakim dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (21/5/2025).

Antony Lesmana adalah investor individual dari merek minuman Teguk. Meskipun Ia bukan pengendali, tetapi Antony masuk dalam pemegang saham di atas 5% di emiten yang bergerak di bidang kedai makanan dan minuman tersebut.

Menurut laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 30 April 2025, Antony tercatat masih memiliki 10,12% saham. Selebihnya, masih dikendalikan oleh Maulana Hakim selaku direktur utama sebesar 0,33% atau sebanyak 11,87 juta lembar saham, Najib Wahab Mauluddin selaku komisaris utama sebesar 0,33% atau sebanyak 11,87 juta lembar saham.

Pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali TGUK adalah PT Dinasti Kreatif, yang tercatat menguasai 2,47 miliar lembar saham atau 69,34% dalam laporan tersebut.

Aplikasi IDX Mobile yang dikembangkan BEI mencatat, harga saham TGUK melemah tipis 5 poin atau 4,50% menjadi Rp106. Harga pembukaan tadi pagi di Rp110 dan merupakan harga tertinggi, tetapi harga terendahnya di Rp102.

Aplikasi tersebut mencatat kapitalisasi pasar TGUK mencapai Rp378,6 miliar, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 miliar. Adapun frekuensi dan volume transaksi hari ini masing-masing 801 kali dan 15,25 juta saham.(*)

# Tag