Mitra Angkasa Sejahtera (BAUT) Optimistis Pasar Baut akan Berkembang
Emiten penyedia mur dan baut PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk (BAUT) optimistis pasar mur dan baut tahun ini tetap akan berkembang. Perseroan beralasan mur dan baut adalah komponen yang dibutuhkan di berbagai industri, misalnya manufaktur, pembangunan, konstruksi, infrastruktur termasuk dalam reparasi rumah tangga.
“Perseroan optimis bahwa kebutuhan akan mur dan baut akan terus berkembang selama Negara ini berkembang. Sesuai proyeksi tahun 2025, Perseroan melihat perkembangan mur dan baut disertai dengan tantangan, yang perlu dihadapi dengan disiplin strategi guna (menjaga) pemulihan kinerja Perseroan tahun 2024 yang berlanjut sampai dengan saat ini, dengan harapan akan ada perkembangan pada posisi laba di tahun 2025,” kata Direktur Utama BAUT, Simon Hendiawan dalam laporan public expose BEI, Rabu (22/5/2025).
Walaupun BAUT akan sedikit konservatif di tahun 2025, Perseroan tetap optimistis akan tetap berkembang. Banyak faktor yang akan mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan di tahun 2025, termasuk keuangan, suku bunga, inflasi, permintaan dan demand yang bisa naik maupun menurun karena ketidakseimbangan di berbagai sektor dari sisi pertumbuhannya.
Bagi Perseroan, saat ini faktor utama yang akan mempengaruhi kinerja adalah kedisiplinan terhadap strategi yang sudah disusun dan diterapkan. Perseroan akan menerapkan kedisiplinan dan konsisten melakukan pengerjaan semua proyek yang tergambar pada roadmap. Perseroan juga akan bergerak menuju digitalisasi dan peningkatan produktivitas serta efisiensi.
Perseroan juga berfokus pada user, orientasi dan proyek besar level nasional strategis di Indonesia. Perseroan telah merebut pasar di masa yang sangat menantang dan akan terus berusaha mendapatkan pasar yang lebih besar lagi.
Di sisi lain, Perseroan juga berfokus pada sumber daya manusia yang ada dengan menciptakan program untuk sistem penilaian, memberikan performance indicators serta berbagai macam pelatihan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kepemilikan SDM yang berkualitas dalam membantu operasional Perseroan sampai dengan saat ini.
“Dengan strategi dan kedisiplinan yang sudah dibangun, Perseroan hanya membutuhkan waktu untuk pemulihan kembali kinerja tahun 2024 dan akan menjadikan keadaan kinerja keuangan Perseroan yang jauh lebih baik di tahun 2025,” ujarnya. (*)