Mencari Arah di Dunia yang Berubah: Catatan dari DBS Asian Insights Conference 2025

null
Judul (Ki-ka) Head of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin; Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani; Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo; Ekonom Indonesia dan Mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 Chatib Basri; dan Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong pada acara DBS Asian Insights Conference 2025: Growth in a Changing World. (Foto: DBS Indonesia)

Ketidakpastian ekonomi global, tekanan geopolitik, hingga tren deglobalisasi terus membayangi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menjawab tantangan ini, Bank DBS Indonesia menggelar Asian Insights Conference 2025 dengan tema “Growth in a Changing World” pada Rabu (20/5/2025).

Salah satu sumber ketidakpastian global yang turut menjadi perhatian adalah kebijakan tarif dari Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Meskipun dampaknya terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan masih terbatas, sektor-sektor padat karya seperti tekstil, furnitur, dan alas kaki dinilai cukup rentan terhadap guncangan perdagangan.

Hal ini memperkuat urgensi untuk memperkuat pasar domestik, melakukan diversifikasi ekspor, dan meningkatkan ketahanan industri dalam negeri.

Utusan Khusus Presiden RI Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk meningkatkan pendapatan negara di tengah kondisi perdagangan yang terguncang ini.

"Kita akan meningkatkan pendapatan itu di antaranya dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi informasi, termasuk melalui sistem perpajakan elektronik, untuk menambah jumlah pembayar pajak. Itulah salah satu metodenya," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong mengatakan pihaknya menyadari bahwa dunia usaha saat ini menuntut ketegasan dan kecepatan dalam mengambil keputusan di tengah lanskap yang semakin tidak menentu.

"Kami akan terus mengoptimalkan kekuatan jaringan kami di Asia untuk membuka peluang lintas batas bagi para pelaku usaha, mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdampak," pungkas Lim. (*)

# Tag