Retno Marsudi Menggaungkan Peran Perempuan di UMKM

null
Retno Marsudi di Nusa Dua Bali, Kamis (22/5/2025). (Foto : Silawati/SWA).

Perempuan berperan penting mendorong pertumbuhan inklusif di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Namun demikian, potensi perempuan sejauh ini masih menghadapi sejumlah tantangan dari ketidaksetaraan gender, terutama di bidang ekonomi dan politik. Retno Marsudi, mantan Menteri Luar Negeri, mengatakan empat kesenjangan yang mesti diatasi untuk bisa meningkatkan peran perempuan, yaitu di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan politik. Mengutip data Global Gender Gap Report, kesenjangan gender di bidang pendidikan sekitar 10%, dan bidang kesehatan hanya sekitar 6% .

Namun, partisipasi perempuan dalam bidang ekonomi baru mencapai 65% dan di bidang politik hanya 22,5%. “Di sinilah perlunya meningkatkan partisipasi perempuan, terutama di bidang ekonomi dan politik. Meningkatnya partisipasi perempuan akan meningkatkan resiliensi ekonomi nasional. Begitu juga, meningkatnya partisipasi perempuan dalam politik, berarti punya peran yang lebih besar dalam membuat kebijakan,” papar Retno pada pemaparannya di Asia Grassroots Forum 2025 yang diselenggarakan Amartha di Nusa Dua, Bali, Kamis (22/5/2025).

Retno menyoroti masih kurangnya partisipasi perempuan dalam bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) di Indonesia. Mengacu data UNESCO 2024, partisipasi perempuan Indonesia dalam bidang STEM hanya 35%. Selain itu, riset juga menunjukkan terkait dengan peran perempuan dalam pengambilan keputusan di bidang ekonomi masih rendah. Hanya 3,1% perempuan yang menduduki posisi CEO di Indonesia.

Retno menekankan perlunya pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan peran mereka dalam mendorong perekonomian yang inklusif. Mengacu data Kementerian UMKM, ada sekitar 65 juta UMKM dengan lebih dari 64% di antaranya dikelola oleh perempuan. “Sektor UMKM terutama yang dikelola oleh perempuan adalah kelompok yang rentan. Apa yang telah dilakukan Amartha adalah melindungi perempuan yang bergerak di sektor UMKM. Karena itu, saya mengapresiasi Amartha yang telah menjadi jembatan bagi perempuan untuk meningkatakan partisipasinya di bidang ekonomi, terutama teman-teman perempuan yang bergelut di UMKM,” imbuh Retno. (*)

# Tag