Aksi Jual-Beli Pemilik Saham Suparma (SPMA), Berapa Dana yang Diraup?
Emiten barang baku yang bergerak di bisnis wadah dan kemasan, PT Suparma Tbk (SPMA), mencatatkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini bahwa terdapat aksi jual-beli saham yang dilakukan oleh para komisaris dan direksi yang juga merupakan pemegang saham di atas 5%.
Secara rinci, aksi penjualan saham dilakukan oleh pengendali SPMA, Welly, sebanyak 1,54 juta lembar saham di harga Rp260 per saham pada 20 Mei 2025.
Transaksi ini setara 0,05% dari seluruh saham, sehingga kepemilikan Welly kini menjadi 2,56 miliar saham atau setara 81,44%, dari sebelumnya 2,57 miliar saham atau 81,49%.
"Tujuan dari transaksi untuk mengurangi investasi," tegas Direktur PT Suparma Tbk, Hendro Luhur, dalam keterbukaan informasi BEI pada Jumat (23/5/2025). Total dana yang diraup diperkirakan sekitar Rp401,88 juta.
Sementara itu, entitas pengendali lainnya, PT Pacific Star Synergy, melakukan pengalihan sebanyak 1,544 miliar lembar saham di harga Rp260 pada tanggal yang sama.
Transaksi ini mencerminkan 49% saham SPMA, sehingga kini Pacific Star Synergy memiliki 1,57 miliar lembar saham atau 49,98%, dari sebelumnya hanya 30,79 juta lembar saham atau 0,98%. Nilai pengalihan tersebut mencapai sekitar Rp401,88 miliar.
"Tujuan dari transaksi adalah untuk menambah investasi," tambah Hendro.
Transaksi serupa juga dilakukan oleh perusahaan asing yang terafiliasi, Cathay Ultima Investment Pte Ltd, yang mengalihkan sekitar 1,54 miliar lembar saham di harga yang sama dan pada tanggal yang sama.
Persentase yang ditransaksikan juga mencapai 49%. Setelah transaksi, Cathay Ultima kini hanya memiliki 3,74 juta lembar saham atau 0,12%, dari sebelumnya sekitar 1,54 miliar saham atau 49,12%. "Tujuan dari transaksi untuk mengalihkan investasi," jelas Hendro.
Struktur kepemilikan di balik aksi-aksi ini cukup kompleks namun saling terkait. Welly tercatat memiliki saham di beberapa perusahaan, termasuk 66,25% di PT Gloriajaya Gempita, 99% di PT Sari Bumi Indopower, 98% di PT Wahana Bumi Indonesia, serta 100% saham di Cathay Ultima Investment Pte Ltd. Melalui Cathay Ultima, ia juga menguasai 99% saham PT Pacific Star Synergy.
Meskipun terdapat aksi jual, Welly masih memegang 81,44% saham SPMA secara langsung dan tidak langsung. Perlu dicatat, PT Pacific Star Synergy tercatat dengan nama EFG Bank AG A/C Clients, yang berperan sebagai bank kustodian, bukan pemilik manfaat (beneficial owner). Kepemilikan tetap berada di tangan Cathay Ultima sebagai entitas pengendali, dan pada akhirnya, Welly sebagai pemilik tunggal Cathay Ultima.
Harga saham SPMA pada sesi perdagangan pertama ditutup stagnan di level pembukaan, yaitu Rp268. Saham sempat menyentuh harga tertinggi di Rp272 dan terendah di Rp266. Kapitalisasi pasar SPMA tercatat sebesar Rp845,3 miliar, dengan nilai transaksi mencapai Rp104 juta. Total frekuensi perdagangan tercatat 78 kali, dengan volume mencapai 386.500 saham. (*)