Begini Prospek Saham Erajaya (ERAA)

Ilustrasi perusahaan distribusi dan pedagang ritel produk dan layanan komunikasi selular dan penunjang, Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Foto Erajaya
(Foto : Erajaya).

Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat penguatan signifikan sebesar 45 poin ke level Rp 565 pada perdagangan sesi I di Kamis ini. Investor mengapresisasi prospek pertumbuhan dan transformasi bisnis emiten ritel ini. PT Verdhana Sekuritas mencermati lonjakan harga saham ERAA mencerminkan ekspektasi pasar terhadap proyeksi pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dan pemulihan margin yang berlangsung lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Dalam risetnya, Verdhana menilai bahwa katalis utama pertumbuhan tahun ini berasal dari kemungkinan Erajaya menjual dua seri iPhone sekaligus, yakni seri 16 dan 17, yang secara historis memiliki margin kotor lebih tinggi. “Menjual dua seri iPhone sekaligus, keduanya dengan margin kotor yang umumnya lebih tinggi, berpotensi menciptakan kejutan positif pada laba Erajaya tahun ini,” demikian riset Verdahana Sekuritas yang dikutip pada Jumat (23/5/2025).

Perseroan tak hanya mengandalkan bisnis digital. ERAA menyeimbangkan portofolionya dengan mendorong kontribusi lini bisnis non-digital, diantaranya ritel gaya hidup (Active Lifestyle), serta makanan dan minuman (F&B). Target perusahaan adalah meningkatkan kontribusi pendapatan dari bisnis ini hingga sepertiga dari total pendapatan dalam 3–5 tahun ke depan, naik dari sekitar 10% saat ini. “Portofolio merek yang lebih ramping memungkinkan Erajaya mengintegrasikan merek baru tanpa risiko kanibalisasi,” ujar tim periset Verdhana Sekuritas.

Sementara itu, bisnis JD Sports telah mencatat margin laba bersih stabil di level menengah, dan Erablue (ritel elektronik) mencatatkan margin positif selama tiga kuartal berturut-turut.

Secara valuasi, ERAA tergolong atraktif. Saham diperdagangkan pada price to eraning ratio (PER) di 2025 sekitar 6 kali, atau di bawah rata-rata historis lima tahunnya sebesar 7,7 kali. Verdhana Sekuritas membandingkan peluang rerating ERAA dengan pengalaman Mobile World Group (MWG) di Vietnam, yang mengalami kenaikan valuasi setelah sukses melakukan diversifikasi ke bisnis non-digital.

Peningkatan harga saham ini juga tidak hanya didukung oleh faktor fundamental dan strategis, namun diperkuat juga oleh analisis teknikal. Dalam laporan teknikal harian yang dirilis oleh Samuel Sekuritas (22/05), saham ERAA direkomendasikan buy pada level Rp 520, dengan target harga jangka pendek pertama di Rp545 dan target kedua di Rp555. Samuel Sekurita mencatat bahwa pola teknikal menunjukkan rebound setelah throwback bullish dari pola double bottom/segitiga yang terbentuk sejak Oktober 2024. Ini mengindikasikan kelanjutan tren penguatan.

Analisis teknikal ini semakin memperkuat sinyal bahwa saham ERAA berada dalam momentum positif pasca fase konsolidasi, didukung oleh kombinasi katalis teknikal dan fundamental. Rekomendasi beli juga disertai batas pengamanan risiko (cut loss) di level Rp505 .

Lebih jauh, data kinerja terakhir Erajaya juga mencerminkan kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi permintaan pasar. Total aset ERAA per kuartal I 2025 melonjak 30,2% menjadi Rp 28,35 triliun, terutama karena peningkatan persediaan sebesar Rp12,2 triliun dan pajak dibayar di muka Rp1,9 triliun. Sementara itu, liabilitas meningkat ke angka 49,8% dengan nilai Rp19,04 triliun, mencerminkan penguatan modal kerja untuk menyambut peluncuran produk baru.

Melalui kombinasi strategi pertumbuhan, transformasi portofolio, dukungan teknikal, dan sentimen pasar yang membaik, Erajaya kini memasuki fase pertumbuhan baru yang tidak hanya berbasis volume, tetapi juga nilai tambah. Dengan dukungan dari berbagai kinerja keuangan, arah strategi bisnis, maupun pembacaan pasar teknikal,saham ERAA diproyeksikan melaju dalam beberapa kuartal mendatang. (*)

# Tag