Transplantasi Rambut Kian Populer, Ini Tips Memilih Klinik yang Tepat

null
Transplantasi rambut sebagai solusi kebotakan, semakin banyak pula klinik yang menawarkan prosedur ini dengan berbagai teknik, harga, dan klaim hasil. (Foto: Farmanina DHI Indonesia Clinic).

Meningkatnya jumlah klinik transplantasi rambut serta kehadiran dokter dari mancanegara yang membuka praktik di Indonesia menandai pesatnya perkembangan layanan estetika, khususnya di bidang tanam rambut. Klinik-klinik tersebut kini banyak bermunculan di Jakarta, Bali, dan kota-kota besar lainnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa permintaan akan prosedur hair transplant mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Sebagai solusi bagi kebotakan, transplantasi rambut kini ditawarkan oleh berbagai klinik dengan beragam teknik, harga, dan klaim hasil. Di tengah banyaknya pilihan, penting bagi calon pasien untuk mengetahui cara memilih klinik yang tepat agar hasil transplantasi memuaskan dan aman.

dr. Farmanina, pemilik Farmanina DHI Indonesia Clinic, merupakan seorang ahli transplantasi rambut yang menggunakan teknologi DHI (Direct Hair Implantation). Ia membagikan sejumlah tips penting bagi calon pasien sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini.

1. Kenali Teknik yang Digunakan

Saat ini, terdapat tiga teknik transplantasi rambut yang umum digunakan di Indonesia, yaitu FUT (Follicular Unit Transplantation), FUE (Follicular Unit Extraction), dan DHI (Direct Hair Implantation).

  • Teknik FUT umumnya dilakukan oleh dokter spesialis bedah karena melibatkan penyayatan kulit kepala.

  • Teknik FUE, yang populer di Turki, menggunakan slit atau sayatan kecil sebagai media penanaman rambut. Tingkat keberhasilan tumbuh rambut dengan teknik ini berkisar sekitar 60%.

  • Sementara itu, DHI merupakan teknik transplantasi terbaru dan paling modern saat ini. DHI tidak memerlukan sayatan menggunakan slit dan memiliki tingkat keberhasilan tumbuh rambut yang diklaim mencapai lebih dari 90%.

2. Jam Terbang Dokter Menentukan Hasil

Pengalaman dan keahlian dokter sangat memengaruhi hasil akhir dari transplantasi rambut. Klinik dengan jumlah pasien yang tinggi umumnya menandakan dokter yang memiliki jam terbang dan reputasi yang baik. Oleh karena itu, calon pasien disarankan untuk meminta portofolio atau dokumentasi hasil tindakan sebelumnya saat sesi konsultasi.

3. Waspadai Harga yang Terlalu Murah

Harga prosedur transplantasi rambut saat ini memang semakin kompetitif. Namun, biaya murah sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya pertimbangan. Pasalnya, transplantasi rambut merupakan prosedur yang tidak bisa diulang di area yang telah diekstraksi, karena folikel yang sudah diambil tidak dapat tumbuh kembali. Oleh karena itu, kualitas layanan dan tingkat keberhasilan hasil jauh lebih penting daripada sekadar mengejar harga rendah. (*)

# Tag