Kinerja BTN Syariah Kian Moncer Jelang Spin-Off

null
BTN Syariah dinilai telah menunjukkan kesiapan kuat menuju spin off menjadi Bank Umum Syariah (BUS), terutama untuk mendukung transformasi lanskap perbankan syariah nasional. (Foto: Dok/BTN Syariah).

BTN Syariah kian menunjukan pertumbuhan positif. Hingga kuartal I 2025, mencatat laba bersih sebesar Rp199 miliar, atau meningkat 21,1% secara tahunan (year on year/yoy) dibanding periode sama tahun lalu, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan kepercayaan nasabah yang terus meningkat.

Hingga Maret 2025, total pembiayaan BTN Syariah juga naik 18,2% yoy mencapai Rp46,3 triliun. Sementara, DPK bertumbuh sebesar 19,9% yoy menjadi Rp51,4 triliun, menunjukkan kepercayaan publik yang solid terhadap layanan syariah BTN.

Laba bersih BTN Syariah mencatatkan Compound Annual Growth Rate (CAGR) yang melesat di level 67,66%, tumbuh dari Rp185 miliar pada 2021 menjadi Rp872 miliar di akhir 2024.

Pembiayaan yang disalurkan juga tumbuh dengan CAGR di level 16,8% atau naik dari Rp27,5 triliun pada 2021 menjadi Rp43,9 triliun pada Desember 2024. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatatkan CAGR sebesar 19%, meningkat dari Rp29,4 triliun pada 2021 menjadi Rp49,6 triliun di Desember 2024.

BTN Syariah menunjukkan komitmen menjadi pemain terbaik di industri perbankan syariah di Indonesia. BTN Syariah dinilai telah menunjukkan kesiapan kuat menuju spin-off menjadi Bank Umum Syariah (BUS), terutama untuk mendukung transformasi lanskap perbankan syariah nasional. Mengingat Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tersebut terus menorehkan kinerja positif.

Sutan Emir Hidayat, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), mengatakan spin-off ini bukan sekadar pemisahan legalistik, tetapi transformasi strategis menuju bank syariah nasional yang fokus, inklusif, dan berdampak. “Dengan basis pembiayaan perumahan yang kuat, didukung infrastruktur dan tim yang siap, serta potensi pasar halal yang besar, saya lihat BTN Syariah siap mengambil peran sentral dalam industri BUS di Indonesia,” kata Sutan dalam siaran pers yang diterima swa.co.id di Jakart, Sabtu (24/5/2025).

Sutan menilai BTN Syariah juga memiliki posisi unik sebagai bank dengan spesialisasi di pembiayaan perumahan syariah. Spesialisasi tersebut merupakan segmen yang secara sosial dan ekonomi sangat dibutuhkan, namun belum banyak dijangkau secara mendalam oleh pelaku BUS lainnya. Posisi unik ini juga menjadi kekuatan BTN untuk mendukung program perumahan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, BTN Syariah juga tengah mengembangkan bisnis digitalnya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan perbankan digital syariah di Indonesia. Saat ini, Indonesia butuh keberagaman layanan perbankan syariah yang nyaman dan aman bagi masyarakat Indonesia.

Hingga saat ini, BTN Syariah masih menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melanjutkan proses spin-off tersebut. Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan ada dua bank syariah baru yang akan memiliki aset yang cukup besar. Mahendra berharap dalam jangka menengah, pemain baru tersebut dapat tumbuh besar dan bersaing dengan bank syariah terbesar di Indonesia.

Diakui Sutan kehadiran pemain baru di industri perbankan syariah akan menjadi angin segar bagi sektor tersebut. “Pemain baru harus menunjukkan kinerja yang kuat dan solid, sehingga warna baru yang diberikan akan membuat industri perbankan syariah tumbuh positif. BTN Syariah telah menunjukkan kinerja positif dan memiliki potensi pasar yang besar,” ujar Sutan. (*)

# Tag