Resep Okta Wirawan Membangun Resto Kebuli Abuya dan Almaz Fried Chicken
Membangun bisnis dari nol bukan perkara mudah, apalagi jika perjalanan itu diwarnai dengan kegagalan, kehilangan, dan kebangkitan yang berulang.
Okta Wirawan, CEO dan Founder Abuya Group, adalah sosok yang memahami liku-liku dunia usaha dengan segala pasang-surutnya. Dari bisnis laundry saat masih kuliah hingga mendirikan jaringan resto Kebuli Abuya dan Almaz Fried Chicken yang kini berkembang pesat, kisahnya merupakan cerminan ketekunan, inovasi, dan visi untuk memajukan bisnis kuliner di negeri ini.
Lahir di Padang, 5 Oktober 1982, dan menempuh pendidikan di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Manajemen, IPB University, Okta sudah tertarik dengan dunia bisnis sejak masa kuliah. Tantangan sehari-hari sebagai mahasiswa, seperti sulitnya mencuci pakaian di Kota Hujan Bogor, mendorongnya membuka usaha laundry.
Ide ini sukses besar, berkembang hingga delapan cabang, dan memberinya pengalaman berharga tentang cara mengidentifikasi masalah dan menawarkan solusi.
Namun, tidak semua usahanya berjalan mulus. Setelah sukses dengan laundry, ia mencoba bisnis kuliner dengan membuka kedai serabi khas Bandung di Bogor. Sayangnya, usahanya tidak bertahan lama karena salah dalam membaca pasar.
“Serabi itu makanan malam, saya buka di samping sekolah SMA yang operasionalnya lebih ramai di siang hari. Pasarnya tidak ketemu,” Okta mengenang. Kesalahan ini mengajarkannya pentingnya riset pasar sebelum meluncurkan produk.
Kegagalan bisnis serabi membuatnya beralih ke dunia kerja. Okta bergabung dengan Carrefour selama hampir satu dekade, sebelum kemudian melanjutkan karier di Grup Trakindo. Di perusahaan ini, ia membantu membangun berbagai brand F&B dari nol.
“Dari situ saya belajar bahwa bisnis bukan hanya sekadar menjual produk, tetapi bagaimana mendatangkan traffic dan menciptakan nilai tambah,” ungkapmya.
Pengalaman ini menjadi bekal berharga ketika ia akhirnya memutuskan kembali ke dunia bisnis dengan mendirikan Kedai Abuya pada 2017. Namun, pandemi Covid-19 mengguncang bisnisnya, membuat jumlah cabang yang awalnya 26 tersisa hanya tiga.
Kegagalan itu justru menjadi pemicu inovasi. Okta menyadari pentingnya branding yang sesuai dengan produk. Dari sanalah lahir Kebuli Abuya, yang kini berkembang hingga lebih dari 200 cabang di seluruh Indonesia.
Kesuksesan Kebuli Abuya membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat, bisnis bisa bangkit, bahkan setelah mengalami keterpurukan. Berbekal pengalaman ini, pada Juni 2024, Okta meluncurkan Almaz Fried Chicken sebagai respons terhadap gerakan boikot terhadap merek-merek fast food global yang terafiliasi dengan Zionisme.
“Banyak orang ingin beralih ke brand lokal, tapi belum ada alternatif yang sebanding dengan KFC atau McDonald's. Maka kami hadir dengan konsep Ayam Goreng Saudi,” kata Okta.
Menariknya, kehadiran Almaz tidak hanya sekadar bisnis, tetapi juga misi sosial. “Insya Allah, 5% dari keuntungan Almaz akan kami donasikan untuk saudara-saudara kita di Palestina,” ia menegaskan. Dalam waktu singkat, Almaz telah memiliki lebih dari 60 cabang dan berencana membuka 100 gerai tambahan pada 2025.
Selain mengembangkan bisnis, Okta memiliki impian besar untuk menyediakan 100 ribu nasi boks gratis setiap hari bagi masyarakat yang membutuhkan. “Dari Kebuli Abuya, kami baru bisa menyumbang sekitar 20 boks per hari. Dengan hadirnya Almaz, kami mendekati target itu,” katanya.
Mimpinya tidak berhenti di situ. Di 2025, ia berencana meluncurkan Minang Kemilau, restoran Padang dengan konsep megah untuk mengenalkan kuliner Minang ke dunia internasional. Bagi Okta, bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga tentang kebermanfaatan.
“Kalau kita mati, rezeki kita akan berhenti di situ. Tapi kalau kita bisa, jadi infrastruktur kebaikan, rezeki yang kita kelola bisa mengalir untuk banyak orang,” tuturnya.
Perjalanan Okta membangun Abuya Group merupakan bukti bahwa kegigihan, pembelajaran dari kegagalan, dan visi besar bisa membawa seseorang mencapai kesuksesan yang tak hanya berdampak bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang. Dengan strategi yang matang dan semangat untuk terus berkembang, Almaz Fried Chicken dan Kebuli Abuya siap melangkah lebih jauh di industri kuliner Indonesia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.