BNI Sekuritas di Hari Ini Menjagokan PSAB, BRIS, ADRO, PGAS, MDKA, dan CUAN

Suasana ruang temu publik di Mainhall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada 15 Mei 2025. Gedung tersebut menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) beserta saham-saham perusahaan dari berbagai sektor. Foto Nadia K. Putri/SWA
Mainhall Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada 15 Mei 2025. (Foto : Nadia K. Putri/SWA).

PT BNI Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan kenaikan. Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dipicu oleh kekhawatiran tarif yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump ke Uni Eropa. Level support IHSG di rentang 7.150-7.200 poin dan resistance pada 7.250-7.270 poin.

Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas menyampaikan tarif Trump memicu ketidakpastian. Pasar saham AS pada Jumat pekan lalu (23/5) mencatat kerugian mingguan. “Setelah Presiden Donald Trump merekomendasikan tarif 50% untuk barang-barang Eropa, membuka kembali front baru dalam ketegangan perdagangan global dan melepaskan gelombang baru ketidakpastian pasar,” ucap Fanny pada risetnya di Jakarta, Senin (26/5/2025).

Di sisi imbal hasil obligasi pemerintah AS turun 4,4 basis poin (bps) menjadi 4,509% untuk obligasi acuan AS 10 tahun. Dow Jones (DJIA) turun 0,61%, S&P 500 turun 0,67%, dan Nasdaq Composite melemah 1,00%. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Trump tidak yakin tawaran perdagangan UE memiliki kualitas yang memadai. Ia berharap ancaman tarif baru akan "menyalakan api di bawah UE" dalam negosiasi.

Sebagian besar saham megacap dan saham pertumbuhan turun, termasuk Amazon, Nvidia, dan Meta Platforms yang semuanya turun lebih dari 1%. Tesla berakhir turun 0,5%. Nike turun 2,1%. Deckers Outdoor melemah hampir 20% setelah perusahaan memperkirakan penjualan bersih kuartal pertama di bawah perkiraan dan mengatakan tidak akan memberikan target tahunan karena ketidakpastian ekonomi makro yang disebabkan oleh tarif.

Bergeser ke Asia Pasifik, sebagian besar pasar saham di kawasan Asia Pasifik menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu seiring investor mencermati serangkaian data ekonomi dari berbagai negara. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,47%, dan indeks Topix menguat 0,68%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,06%, dan indeks Kosdaq melemah 0,24%. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,15%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,24%.

Dari sisi data ekonomi, inflasi inti Jepang tercatat meningkat menjadi 3,5% pada April. Data yang dirilis pemerintah pada Jumat pekan lalu menunjukkan kenaikan tersebut sebagian didorong oleh naiknya harga beras. Kenaikan tersebut menjadi pertimbangan bagi bank sentral Jepang yang tengah menilai kemungkinan untuk menghentikan sementara kenaikan suku bunga guna mengevaluasi dampak tarif dari Amerika Serikat (AS). Investor juga memantau rilis data lain, termasuk indeks harga produsen (PPI) Korea Selatan untuk April serta angka penjualan ritel Selandia Baru pada 1Q25. Selain itu, Singapura dijadwalkan melaporkan data inflasi April, dan Taiwan akan merilis data produksi industrinya.

IHSG kemarin ditutup naik 0.66%, dan disertai dengan net buy asing senilai Rp514 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, ANTM, BBCA, ASII dan TPIA.

Trading Idea hari ini: PSAB, BRIS, ADRO, PGAS, MDKA, dan CUAN;

PSAB area beli di Rp304-308, cutloss di bawah Rp300. Target dekat di Rp314-318.

BRIS area beli di Rp2.910-2.940, cutloss di bawah Rp2.900. Target dekat di Rp2.980-3.030.

ADRO area beli di Rp2.080-2.100, cutloss di bawah Rp2.070. Target dekat di Rp2.140-2.180.

PGAS area beli di Rp1.760-1.770, cutloss di bawah Rp1.750. Target dekat di Rp1.800-1.810.

MDKA area beli di Rp 2.020-2.040, cutloss di bawah Rp 2.000. Target dekat di Rp 2.080-2.120.

CUAN area beli di Rp11.000-11.150, cutloss di bawah Rp10.925. Target dekat di Rp11.400-11.700. (*)

# Tag