Saham Teknologi AS Ditutup Melemah, Bagaimana Imbasnya ke Saham Teknologi Indonesia?
Sejumlah sekuritas mengamati bahwa kinerja saham-saham teknologi Amerika Serikat (AS) ditutup melemah, sebagai imbas dari rencana pengenaan tarif dagang sebesar 50% terhadap Uni Eropa. Sentimen negatif ini turut menyeret saham-saham yang tergabung dalam kelompok Magnificent 7 (Mag7) turun secara serempak.
Saham-saham yang masuk dalam kategori Mag7 antara lain Apple (AAPL), Amazon (AMZN), NVIDIA (NVDA), Microsoft (MSFT), Meta (META), Broadcom (AVGO), Alphabet (GOOG), dan Tesla (TSLA). Seluruh saham teknologi besar ini ditutup melemah sekitar 1%.
Mengutip data dari situs TradingView pada Senin (26/5/2025), AAPL tercatat anjlok 3,02% atau turun 6,09 poin menjadi US$195,27. Saham GOOG turun 1,39% atau 2,39 poin menjadi US$169,59. AMZN juga ditutup melemah 1,04% atau turun 2,11 poin menjadi US$200,99. AVGO turun 0,79% atau 1,81 poin ke posisi US$228,72.
Penurunan serupa terjadi pada saham META yang melemah 1,49% atau turun 9,51 poin ke US$627,06. MSFT tercatat turun 1,03% atau 4,68 poin ke level US$450,18, sementara NVDA turun 1,16% atau 1,54 poin menjadi US$131,29. Saham TSLA juga ikut melemah 0,50% atau 1,70 poin menjadi US$339,34.
Tim analis MNC Sekuritas mencatat bahwa rencana pengenaan tarif tersebut turut memicu pelemahan indeks saham utama di AS. Indeks Dow Jones tercatat turun 0,61%, Nasdaq turun 1%, dan S&P 500 melemah 0,67%.
Namun, setelah Presiden Trump menyetujui untuk menunda tarif 50% terhadap Uni Eropa, indeks Dow Jones sempat melonjak. Meski begitu, saham AAPL masih tercatat melemah.
Analis MNC Sekuritas Cabang Pantai Indah Kapuk (PIK), Hijjah Marhama menjelaskan dampak penurunan saham Mag7 tersebut berimbas kecil terhadap saham-saham teknologi di Indonesia. Sebab, segmentasi bisnis teknologi dan operasional di Indonesia masih berfokus di industri e-commerce, periklanan, dan media.
“Secara korelasi, lebih bergantung pada permintaan dan penggunaan dalam negeri,” jelas Hijjah kepada SWA.co.id dalam pesan tertulis pada Senin (26/5/2025).
Ia menambahkan, jika investor berminat mengoleksi saham teknologi, maka saham-saham teknologi yang tergabung dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) harus dipilih secara selektif.
Pertama, investor perlu mempertimbangkan sentimen positif dari pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) hingga ke level 5,50%. Menurut Hijjah, langkah ini diperkirakan dapat memperbaiki kinerja saham teknologi di dalam negeri karena berpotensi menurunkan biaya pembiayaan.
Kedua, investor disarankan untuk menilai pertumbuhan perusahaan teknologi dan potensi ekspansinya di masa depan.
“Untuk pilihan saham, EMTK (Elang Mahkota Teknologi Tbk) salah satu perusahaan yang punya potensi pertumbuhan ke depannya,” tutup Hijjah.
Melansir dari aplikasi IDX Mobile yang dikembangkan Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks saham teknologi IDXTECHNO hari ini masih bergerak fluktuatif, tetapi melemah di level 6.920,19, turun 18,07 poin atau turun 0,26%. Sementara, IHSG pagi ini dibuka di level 7.231,48 dan bergerak melemah ke level 7.188 pada pukul 10.25 WIB. (*)