Profil VIsionary Capital Global Pte. Ltd. yang Bakal Akuisisi Teguk Indonesia (TGUK)

Profil VIsionary Capital Global Pte. Ltd. yang Bakal Akuisisi Teguk Indonesia (TGUK)

Emiten barang konsumen primer yang bergerak di industri makanan olahan, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk atau Teguk Indonesia (TGUK), mengungkapkan profil perusahaan yang akan mengakuisisinya, yakni Visionary Capital Global Pte. Ltd. Perusahaan yang berbasis di Singapura dan dimiliki oleh warga negara Indonesia tersebut diperkirakan akan merampungkan akuisisi TGUK sebelum 31 Agustus 2025.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (26/5/2025), TGUK menjelaskan bahwa Visionary Capital Global merupakan perusahaan holding dan investasi yang didirikan pada 21 April 2025. Perusahaan ini secara khusus dibentuk oleh para pemegang saham untuk tujuan akuisisi TGUK.

Struktur kepemilikan saham Visionary Capital Global terdiri dari Janni yang menguasai 90 ribu saham atau 90% kepemilikan, disusul oleh Agus Suhada dan Antonius Bobby Siswanto yang masing-masing memegang 5.000 saham atau 5%. Dalam struktur pengurusan dan pengawasan, Agus Suhada menjabat sebagai direktur bersama Antonius Bobby Siswanto dan Lee Xuanhan Lancaster.

“Setelah proses akuisisi dilaksanakan, calon pengendali baru akan menambahkan lini usaha baru, yaitu bisnis penjualan frozen food,” jelas Direktur Utama Teguk Indonesia, Maulana Hakim, dalam keterbukaan informasi yang sama.

Maulana menjelaskan bahwa lini frozen food akan menjadi usaha baru selain lini minuman yang saat ini dijalankan oleh TGUK. Kehadiran Visionary Capital Global bertujuan untuk mensinergikan kedua bidang usaha—makanan dan frozen food—dalam upaya memperbaiki kondisi keuangan perusahaan yang mengalami kerugian pada tahun buku 2024.

Setelah akuisisi rampung, TGUK akan menambahkan lini bisnis frozen food dan memprioritaskan penyelesaian kewajiban kepada seluruh vendor. Perusahaan juga akan memperluas klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) dengan menambahkan kategori penjualan frozen food.

Selain itu, TGUK merencanakan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi ke lini bisnis baru.

Dalam tahap selanjutnya, TGUK akan mengakuisisi perusahaan frozen food dengan nilai indikatif mencapai Rp500 miliar.

Manajemen juga mengungkapkan bahwa Visionary Capital Global akan melakukan mandatory tender offer dengan harga pembelian sebesar Rp66 per lembar saham.

Harga tersebut ditetapkan berdasarkan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, dengan mengacu pada rata-rata harga tertinggi saham TGUK selama 90 hari terakhir, yakni Rp65,85 yang kemudian dibulatkan menjadi Rp66.

Saham TGUK pada sesi pertama perdagangan Selasa (28/5/2025) tercatat stagnan di harga pembukaan Rp137. Nilai kapitalisasi pasarnya mencapai Rp489,3 miliar. Hingga kini, saham TGUK masih dalam status suspensi oleh BEI. (*)

# Tag