Kinerja Solid, MPMX Bakal Tebar Dividen Rp525 Miliar

null
Jajaran direksi MPMX saat RUPST di Jakarta, Selasa (27/5/2025). (Doto : dok MPMX).

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menetapkan dividen final untuk tahun buku 2024 sebesar Rp120 per saham atau senilai Rp525,57 miliar. Jumlah ini setara dengan dividend yield sebesar 11% terhadap harga saham perseroan pada saat penutupan perdagangan di 26 Mei 2025. Adapun, perseroan menetapkan pembagian dividen pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Selasa (27/5/2025) kemarin.

Perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang solid di tahun lalu walau menghadapi beragam tantangan makro ekonomi dan dinamika industri otomotif. Eksekusi bisnis yang disiplin, didukung oleh inovasi berkelanjutan dan pengelolaan yang prudent mendorong pertumbuhan profitabilitas dan memperkuat posisi keuangan perseroan.

Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, mengatakan keputusan untuk membagikan dividen mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan. "Manajemen MPMX akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis dan berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan," katanya di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

MPMX pada 2024 mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 13,8% mencapai Rp15,8 triliun, dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp582 miliar secara tahunan (year on year/yoy). Raihan ini merupakan 109% dari target yang ditetapkan di awal tahun lalu. Hal ini mencerminkan ketangguhan model bisnis perseroan serta kemampuan adaptif terhadap perubahan pasar.

RUPST perseroan menyetujui pengalihan sebagian saham hasil pembelian kembali (saham tresuri) dengan cara ditarik kembali melalui pengurangan modal ditempatkan dan disetor perseroan; dan menyetujui perubahan Pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar perseroan sehubungan dengan perubahan modal ditempatkan dan disetor.

Adapun, segmen bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua MPMX, melalui MPMulia, berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 14,3% atau menjadi Rp14,5 triliun di 2024.Segmen distribusi mencatat penjualan sebesar 745 ribu unit, mencerminkan pertumbuhan sebesar 9,9%, sementara pendapatan dari bisnis aftermarket penjualan suku cadang meningkat sebesar 4,0%.

Hal ini didorong oleh pasar Jawa Timur yang lebih baik di 2024 jika dibandingkan 2023 yang sebelumnya menahan konsumsi. Bisnis ritel melalui MPMotor berhasil menjual 203 ribu unit atau bertumbuh sebesar 16,6%, didorong oleh meningkatnya permintaan, sementara pendapatan ritel dari bisnis aftermarket penjualaan suku cadang dan layanan perbaikan meningkat sebesar 10,9%.

Segmen bisnis asuransi MPMInsurance mempertahankan momentum pemulihan dengan mencatat peningkatan pada premi bruto sebesar 19,9% atau menjadi Rp887 miliar didorong oleh kinerja kuat dari produk properti dan engineering, keduanya mendapatkan keuntungan dari sinergi dalam grup perseroan. MPMInsurance meningkatkan pendapatannya 6,8%, menjadi Rp304 miliar, sementara laba kotor tumbuh 0,8% atau menjadi Rp162 miliar.

Pada segmen penyewaan kendaraan, MPMRent mempertahankan jumlah armada yang stabil di kisaran 16.000 unit dengan tingkat utilisasi 91% yang sebagian besar berasal dari mobil penumpang dengan klien dari sektor layanan keuangan, perdagangan, dan distribusi. Ke depannya, perusahaan akan terus fokus pada perluasan armada sewa mobil penumpang.

Penjualan mobil bekas melalui AUKSI meningkat sebesar 4,1% atau menjadi 3.688 unit yang sebagian besar disumbangkan oleh mobil komersial. Tahun 2024 bisnis mobil bekas menghadapi tantangan dengan banyaknya stok mobil bekas di pasaran sehingga berimbas pada harga jual yang lebih rendah, dan terimbas dari melemahnya bisnis logistik sehingga sulit untuk menjual tipe mobil tertentu (BlindVan).Perseroan akan meningkatkan kontribusi mobil penumpang dengan memaksimalkan jaringan lokasi lelangnya.

Segmen jasa keuangan, Jaccs MPM Finance Indonesia, secara keseluruhan, pemesanan baru menurun sebesar 33,5%, menjadi Rp3,1 Triliun imbas dihentikannya (stop booking) sementara pembiayaan produk mobil baru dan mobil bekas serta multi produk, terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2024 dan ditutupnya bisnis sewa guna usaha (pembiayaan korporasi) secara permanen yang merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kualitas aset dengan lebih selektif dalam mengakuisisi pelanggan.

Restrukturisasi Aset

Perseroan pada tahun ini fokus meningkatkan kualitas aset, memperbaiki penagihan, dan memperkuat upaya pemulihan Selain itu, perusahaan sedang merestrukturisasi cabang-cabangnya untuk mendukung inisiatifinisiatif ini, dan menggunakan scorecard yang dibuat oleh Pefindo, yang diharapkan dapat menyaring kualitas calon konsumen.

“Kami puas atas pencapaian yang diraih perseroan bersama entitas anak dan asosiasi dalam menghadapi lanskap ekonomi global yang penuh tantangan—dari perlambatan pertumbuhan, ketidakpastian geopolitik, tekanan inflasi, hingga dampak perubahan iklim, MPMX tetap menunjukkan ketahanan dan kepemimpinan strategis yang solid," jelas Suwito.

Kinerja MPMX selama 2024 bertumbuh positif, didorong oleh pertumbuhan volume penjualan. Pada periode tersebut, fundamental bisnis turut menguat, didukung oleh upaya-upaya yang terus dilakukan secara konsisten serta eksekusi strategi yang tepat.

Ke depannya, MPMX akan terus memperkuat posisi dan memperluas solusi mobilitas yang inovatif, guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Harga saham MPMX pada awal tahun ini hingga 27 Mei 2025 (year to date) melonjak sebesar 11,68% atau menjadi Rp1.100. (*)

# Tag