MUTU Menyiagakan Dana Capex Rp3,1 Miliar, Biayanya Dialokasikan untuk Pelatihan Karyawan
PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) atau MUTU International menyiapkan belanja modal (capital expenditure) untuk tahun ini senilai Rp3,1 miliar. "Capex ini melanjutkan alokasi capex tahun 2024, Kami mengoptimalkan capex untuk investasi yang sudah terealisasi, seperti menambah laboratorium di kantor cabang dan pelatihan karyawan serta pengembangan SDM," kata Direktur Keuangan MUTU, Sumarna, pada paparan publik di Depok, Rabu (28/5/2025)
Perseroan mempekerjakan karyawan sebanyak 706 orang.Sumarna menjabarkan total durasi pelatihan yang diberikan kepada karyawan perseroan di 2024 itu sebanyak 59.685 jam/karyawan. "Sedangkan, rata-rata jam pelatihan per karyawan mencapai 84,54 jam," tuturnya.
Pada aspek demografi, porsi karyawan berusia di bawah 30 tahun atau karyawan berusia muda sebesar 38,5% dari jumlah total pegawai MUTU di tahun lalu.
Adapun, perseroan menetapkan pembagian dividen final tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp2,30 per saham atau senilai Rp7,21 miliar. Perseroan menetapkan aksi korporasi ini pada Rapat Umum Pemegang Saham di Depok, Jawa Barat yang digelar pada Rabu pagi ini.
Pembagian dividen sesuai Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta peraturan yang berlaku di bidang pasar modal dan peraturan Bursa Efek Indonesia. Sisa laba bersih setelah dikurangi penyisihan cadangan wajib dan pembagian dividen final tunai sebesar Rp16.83 miliar dialokasikan perseroan untuk menambah saldo laba ditahan.
Emiten di bidang jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (testing, inspection & certification/TIC) ini berambisi meningkatkan pangsa pasar di industri TIC nasional. Kemudian, perseroan membidik pendapatan melejit di tahun ini.Perseroan membagikan dividen ini seperti yang tertera pada prospektus IPO (initial public offering) di 2023. Perseroan merealisasikan IPO di BEI pada 9 Agustus 2023.
"Perseroan terus berkomitmen dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham. Hal ini terbukti dengan telah disetujuinya pembagian dividen," kata Sumarna.
Sebelumnya, Arifin mengatakan pasca IPO di 2023 itu perseroan berambisi menjadi salah satu perusahaan TIC yang dapat diandalkan tidak hanya di Indonesia. "Namun juga di tingkat internasional,” ujar Arifin seusai pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/8/2023).
Harga saham perdana MUTU dipatok Rp108 per saham. Perseroan melepas sebanyak 942.857.200 lembar saham baru dengan total dana yang akan diperoleh MUTU sebesar Rp 101,82 miliar. MUTU menjadi emiten ke-60 yang melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia di tahun 2023.
MUTU telah merampungkan masa penawaran awal atau bookbuilding yang berlangsung 12-24 Juli 2023, dan masa penawaran umum pada 2-7 Agustus 2023. Selama masa penawaran itu, saham MUTU mengalami kelebihan pemesanan atau oversubscribed hingga 252 kali. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Pasca IPO, MUTU berencana menggunakan sebesar 66% atau sekitar Rp 67,20 miliar dari dana yang diperoleh untuk belanja modal (capex) guna mengembangkan laboratorium yang sudah ada maupun laboratorium baru yang nantinya menjadi kantor cabang setelah mendapatkan akreditasi.
Sedangkan 34% sisanya atau sebesar Rp 34,62 miliar dan ditambah dengan seluruh dana hasil pelaksanaan waran sebesar Rp 76,37 miliar akan digunakan untuk keperluan belanja operasional (operational expenditure) yang mencakup biaya pengadaan bahan baku, biaya operasional, biaya pemasaran, termasuk biaya umum dan administrasi. (*)