AIA Dorong Pemerataan Lingkungan Pendidikan yang Sehat

Ajang penghargaan kompetisi AIA Healthiest Schools 2025. (dok. AIA)
Ajang penghargaan kompetisi AIA Healthiest Schools 2025. (dok. AIA)

PT AIA Financial (AIA) mengumumkan pemenang Kompetisi AIA Healthiest Schools 2025, sebuah inisiatif untuk membangun kebiasaan sehat di lingkungan sekolah.

Tercatat lebih dari 3 ribu sekolah telah mendaftar, dan dari jumlah tersebut, 408 sekolah berhasil mengirimkan proyek sekolah sehat yang inovatif, yang terinspirasi dari empat pilar AIA Healthiest Schools, yaitu makan sehat, gaya hidup aktif, kesehatan mental, serta sehat dan lestari. Selain kompetisi sekolah sehat, AIA Healthiest Schools juga menyediakan berbagai materi pembelajaran yang fleksibel dan dapat diunduh secara gratis oleh para guru.

Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo, mengatakan AIA Healthiest Schools bukan hanya kompetisi, tetapi gerakan kolektif untuk menciptakan perubahan di lingkungan sekolah.

"Pada inisiatif ini, AIA ingin menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini dan memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter dan gaya hidup sehat,” ujar Harsya pada keterangannya yang dikutip di Jakarta, Sabtu (31/5/2025)

Maulani Mega Hapsari, Direktur SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mengapresiasi langkah AIA Indonesia yang tidak hanya menyentuh wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah seperti Rote dan Belu, yang tentunya ini menunjukkan komitmen terhadap pemerataan akses pendidikan yang sehat juga inklusif.

UPTD SDN Papela dari Nusa Tenggara Timur berhasil meraih juara pertama tingkat SD melalui proyek Ecolitera, sebuah inisiatif yang berhasil meningkatkan kemampuan literasi siswa hingga 70% dan mengubah perilaku membuang sampah di lingkungan sekolah melalui integrasi pengelolaan sampah dan literasi berbasis kreativitas lokal.

Untuk tingkat SMP, SMP Negeri 43 Bandung menjadi juara pertama melalui proyek Aplikasi Bejakeun, aplikasi pelaporan perundungan yang dirancang oleh guru dan melibatkan seluruh ekosistem sekolah dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan inklusif.

Para pemenang akan menerima total hadiah sebesar US$100 ribu dalam bentuk sarana dan fasilitas sekolah yang akan didistribusikan untuk mempercepat dan memperluas dampak dari inisiatif yang telah mereka bangun.

Selanjutnya, UPTD SDN Papela dan SMP Negeri 43 Bandung akan mewakili Indonesia pada kompetisi AIA Healthiest Schools 2025 tingkat regional yang akan dilaksanakan di Da Nang, Vietnam, Juli 2025 mendatang.

Dalam kompetisi AIA Healthiest Schools, para sekolah peserta merancang dan mengeksekusi suatu ide inovatif yang bertujuan untuk menjadikan lingkungan sekolah menjadi lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Ide-ide yang terinspirasi dari empat pilar utama AIA Healthiest Schools ini dimanifestasikan oleh para peserta ke dalam berbagai jenis proyek, mulai dari program pelestarian lingkungan dan gerakan hidup sehat berbasis berbagai aktivitas fisik hingga program-program yang membantu kesehatan mental para siswa.

Tahun ini, kompetisi AIA Healthiest Schools melibatkan jajaran dewan juri yang berasal dari berbagai latar belakang, yaitu; Dr. Nia Nurhasanah (Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), Kathryn Parapak (Chief Marketing Officer AIA Indonesia), dr. Mesty Ariotedjo (Dokter Anak & Co-Founder Tentang Anak), dan David Togatorop (Editor in Chief Majalah Bobo). (*)

# Tag